INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Situasi Memanas di Puncak Jaya: 2 Tewas, 215 Luka, dan 12 Bangunan Terbakar

Situasi Memanas di Puncak Jaya: 2 Tewas, 215 Luka, dan 12 Bangunan Terbakar

(Situasi Memanas di Puncak Jaya: 2 Tewas, 215 Luka, dan 12 Bangunan Terbakar)

Puncak Jaya, 5 Juni 2025 – Situasi keamanan di Kabupaten Puncak Jaya kembali memanas. Bentrokan antar dua kelompok massa terjadi sejak Kamis pagi (5/6), menyebar di sejumlah titik di Kota Mulia dan menyebabkan sedikitnya 2 orang tewas, 215 luka-luka, serta 12 unit bangunan hangus terbakar.

Bentrokan bermula sekitar pukul 08.30 WIT di Kampung Karubate dan meluas hingga depan SMP Negeri 1 Mulia, Kampung Usir Belakang, serta seputaran Kampung Pagaleme. Aksi saling serang ini disebut sebagai buntut dari ketegangan sebelumnya yang terjadi pada 3 Juni 2025.

Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya bersama unsur TNI-Polri langsung bergerak cepat. Penjabat Bupati Puncak Jaya, Kapolres Puncak Jaya, Dandim 1714/PJ, dan para pejabat TNI-Polri lainnya turun langsung melakukan penanganan.e

Bntrokan awal terpantau di Kampung Karubate pada pukul, 08.30 WIT. Sejam kemudian bentrokan meluas ke beberapa titik lainny hingga terjadi pembakaran 5 rumah dan 2 honai.

Sore harinya kebakaran kembali terjadi menimpa 2 rumah dan 1 honai. Total, 9 rumah dan 3 honai dilaporkan terbakar selama bentrokan berlangsung.

Korban dan Dugaan Pemicu Kerusuhan

Data terakhir mencatat 2 orang tewas dari kelompok massa 02, yaitu Ilunik Wonda (40), petani dari Kampung Yambi Dugun dan Opfen Gire (50), petani dari Kampung Yambi Dugun.

Korban luka-luka tercatat sebanyak 215 orang, terdiri dari 109 orang dari kelompok 01 dan 106 dari kelompok 02.

Diduga, aksi saling serang dipicu oleh ketidakpuasan terhadap penanganan korban sebelumnya dan belum adanya kepastian terkait pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Proses adat “Potong Tali Panah” yang penting dalam penyelesaian konflik juga belum dilaksanakan.

Langkah Penanganan dan Ancaman Keamanan Lanjutan

Pemerintah bersama aparat keamanan kini tengah melakukan pengumpulan massa untuk proses perdamaian lanjutan. Kemudian dilakukan patroli rutin dan penyekatan wilayah rawan bentrokan.

Dugaan juga muncul bahwa ada pihak dari luar Puncak Jaya yang memprovokasi, memanfaatkan ketidakpastian politik dan prosesi adat yang tertunda untuk memperkeruh suasana.

Aparat mengingatkan bahwa ancaman pembakaran rumah di malam hari masih tinggi, termasuk potensi gangguan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang bisa memanfaatkan situasi.

[Nabire.Net]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.