INFO NABIRE
Home » Blog » Permasalahan Pemilu Di Karang Mulia Nabire

Permasalahan Pemilu Di Karang Mulia Nabire

Sebagian pihak menganggap Pemilu Legislatif yang berlangsung di Nabire pada 9 april 2014 adalah Pemilu yang gagal karena banyak menyisakan permasalahan disana-sini.

Permasalahan tersebut diantaranya masalah Daftar Pemilih Tetap yang tidak sesuai dengan kondisi warga, surat undangan memilih yang tidak diterima warga, mobilisasi massa oleh caleg, ancaman terhadap pemerintah maupun warga, hingga pengrusakan dan penganiayaan akibat minimnya suara yang diperoleh caleg.

Salah satu yang sempat terjadi di daerah Karang Mulia Nabire yaitu ancaman terhadap warga. Salah seorang warga Karang Mulia yang cukup dikenal, Moses Alom, mengancam akan menutup Kantor Kelurahan Karang Mulia jika anaknya yang menjadi Caleg DPRD Nabire tidak terpilih. Selain itu persoalan lain yang terjadi yakni adanya pembengkakan DPT di daerah ini, dan  juga dikarenakan beberapa TPS menerima pemilih yang bukan warga domisili Karang Mulia.

Warga sempat resah dengan ancaman tersebut, apalagi Moses Alom sendiri adalah pewaris sebagian tanah di Karang Mulia dimana berdiri Kantor Kelurahan dan Puskesmas.

Saat ini surat suara dari Karang Mulia sudah diserahkan ke Distrik Nabire untuk direkapitulasi kembali, dan kondisi di Distrik Karang Mulia masih tetap aman dan kondusif.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.