INFO NABIRE
Home » Blog » Sosok Daniel Alexander, Tinggalkan Australia Demi Memajukan Pendidikan Di Papua

Sosok Daniel Alexander, Tinggalkan Australia Demi Memajukan Pendidikan Di Papua

Demi memajukan pendidikan di Papua, Daniel Alexander rela meninggalkan segala kemapanan hidupnya di Australia untuk kemajuan Papua. Dinilai jauh tertinggal dari provinsi lainnya di Indonesia, jadi tekad bulat sosok Daniel Alexander melayani anak-anak Papua.

Bersama istrinya Lucy Luise Tanudjaja, mereka berdua bertekad dengan satu misi, pendidikan dan anak-anak di Papua. Satu per satu anak-anak di suku-suku pedalaman di Papua dijemputnya dan dijadikan siswa taman kanak-kanak yang ia bangun awalnya di Sugapa.

Sepintas, itu pekerjaan mudah. Tapi faktanya tak sesederhana yang dibayangkan. Kebanyakan orangtua menentang ide Daniel. Dari satu desa, Daniel meluaskan misinya ke desa lain. Bersama Yayasan Anak Indonesia, dia berhasil membangun sejumlah TK. Menyusul sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas. Semua dengan sistem asrama dan menerapkan kurikulum internasional.

SMA Anak Panah di Nabire yang didirikan Daniel kini menjadi kebanggaan warga Papua. Angkatan pertama anak asuh Daniel banyak mendapat beasiswa pendidikan tinggi di sejumlah kampus di Pulau Jawa. Daniel, pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 22 Maret 1956 ini, bertekad terus membangun mimpi-mimpi indahnya tentang tanah Papua lewat dunia pendidikan. Daniel yakin hanya dengan berbekal pendidikan, anak-anak Papua nantinya bisa mensejahterakan kampung halamannya.

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.