Pasca terjadinya kericuhan hari sabtu lalu (14/03/2014) di lapangan futsal Karya Papua Kalibobo Nabire, 2 orang warga yang terlibat bentrok dengan Brimob berhasil ditangkap aparat kepolisian dari Polres Nabire.
Menurut Kapolda Papua, Irjen Tito Karnavian, warga yang melakukan keributan sudah mengakui bahwa yang membuat keributan adalah mereka sendiri, dan kasus tersebut sudah selesai.
Ditambahkan Tito, kronologis kejadian tersebut bermula dari 2 orang remaja SMP yang ingin bermain bola di lapangan futsal karya Papua, tapi karena lapangan futsal tersebut sudah disewa anggota Brimob, kedua anak SMP tersebut melaporkan kepada saudaranya yang sedang mabuk, orang mabuk tersebut bersama rekannya marah dan memalak anggota brimob yang sedang bermain futsal.
Namun setelah dimintai uang, anggota brimob mengusir pemuda yang mabuk itu. Karena tak terima pemuda mabuk dan rekannya melempari lapangan futsal dengan batu dan membakar 2 motor yang berada di lokasi kejadian. Akhirnya terjadi perkelahian antara anggota brimob dengan para pemuda mabuk. Dan salah seorang warga terkena tikam.
Anggota pengendali massa (Dalmas) mendatangi tempat kejadian dan membubarkan massa dengan tembakan peringatan. Kasus ini sendiri sudah diselesaikan lewat pertemuan antara kedua belah pihak.
Leave a Reply