Akibat angin kencang yang terjadi pada Hari kamis malam lalu (20/2), membuat sejumlah atap seng baik perkantoran maupun rumah terbongkar. Salah satunya atap seng kantor Bupati Nabire.
Bukan saja atap daun seng, kabel listrik juga putus. Ada beberapa kantor yang juga ikut terbongkar daun seng akibat. Dengan demikian pegawai setempat beramai-ramai perbaki kembali di kantar masing-masing.
Bahkan terlihat pegawai ikut membantu orang yang memasang atap daun seng untuk membersihkan kotoran yang tertumbang menimpa kantor-kantor di lingkungan Setda.
Salah seorang pegawai Sekretaris Distrik Wanggar dan juga pegawai Kelurahan Kalibobo mengatakan, pada saat angin kencang terjadi, listrik dimatikan selama 30 menit. Masyarakat yang tinggal di dalam rumah maupun di luar dari rumah sangat ketakutan, di pinggiran pantai melihat angin yang kencang ini dapat membuat masyarakat panik. Karena ada sejumlah rumah, pohon pinang dan pohon lainnya yang berada dipinggiran pantai atau rumahnya dan tiba-tiba dirinya melihat ombak yang tadinya kecil kembali besar dan airpun naik di sertai gelombang besar.
Untuk itu dirinya meminta kepada masyarakat yang tinggalnya di pinggiran pantai dapat memantau air laut yang terlihat naik tiba-tiba itu dan juga perahu-perahu agar ditarik ke tempat yang aman. Karena ini kondisi angin cuaca hujan yang terus mengguyur Kota Nabire dan sekitarnya yang bisa mengancam nyawa manusia dan harta benda.
Tinggalkan Komentar