Ibadah Pembelajaran Alkitab 29 Februari 2024 di GPT Kristus Raja Kalinona Nabire
Nabire, Bertempat di Gereja Pentakosta Tabernakel (GPT) Kristus Raja, Jemaat Kalinona Nabire, telah dilaksanakan Ibadah Bible Study Pembelajaran Alkitab, Kamis 29 Februari 2024.
Ibadah dilayani pelayanan firman Pdm. Surya Roreng, S.Th dengan tema “Menuai Tanpa Pandang Bulu.”
Pdm. Surya Roreng, S.Th menjelaskan bahwa cara penuai dalam menuai jiwa-jiwa menurut contoh yang dilakukan Yohanes Pembaptis :
1. Menuai jiwa tidak boleh pandang bulu
Dalam ayat 12, 13, 14 menunjukkan bahwa ketika pemungut cukai dan prajurit (tentara) datang untuk minta dibaptis, Yohanes Pembaptis tidak menolak mereka.
Perlu diingat bahwa pada masa itu pemungut cukai dan prajurit dianggap kelompok orang-orang yang paling berdosa, bahkan stigma ini dibangun oleh para ahli taurat dan dibalut dan disahkan secara agamawi. Namun Yohanes mengajarkan bahwa kita harus menerima semua orang berdosa tanpa pandang bulu.
Bahkan dalam ayat 7 dikatakan, sekalipun “keturunan ular beludak”, menunjuk pada orang-orang yang banyak dosa sekalipun, ketika datang minta dibaptis mereka tidak ditolak oleh Yohanes Pembaptis. Ini menunjukkan bahwa kita harus menerima dan melayani orang-orang berdosa yang mau datang ibadah atau bertobat.
Sebagai orang kristen, kita jangan menolak dan memarginalkan saudara-saudara kita yang bergelimang dosa, malah kita harus membawa mereka pada pertobatan.
Dalam kitab Matius 13:47-52 menunjukkan bagaimana kita para penuai-menuai. Tuaian itu dianggap seperti ikan, pukat yang kita sebarkan harus mengumpulkan berbagai jenis ikan, kita tidak boleh pilih jenis. Semua jiwa kita tangkap untuk kerajaan surga, jangan pandang bulu. Kelak bagian menyaring dan memilih untuk keselamatan itu menjadi bagian para malaikat, itu bukan urusan kita, urusan kita menuai/menjaring.
2. Dalam menuai kita juga harus perhatikan beberapa hal. Sekalipun tidak menolak orang berdosa namun Yohanes Pembaptis tetap mengingatkan mereka harus meninggalkan perbuatan-perbuatan salah mereka (ayat 13-14), seperti jangan menagih lebih banyak, jangan merampas, jangan memeras serta harus menghasilkan buah-buah pertobatan. Demikian juga dengan kita yang harus melakukan seperti yang dicontohkan Yohanes Pembaptis.
Kita harus menuai dengan tulus, namun kita juga harus cerdik seperti ular agar kita tepat sasaran dan tidak diperdaya.
Diakhir khotbahnya, Pdm. Surya Roreng mengatakan, mari menuai untuk kerajaan Allah sebab ladang sudah menguning dan tuaian banyak. Tuhan Yesus Kristus Mempelai Pria Surga memberkati kita semua, Amin.
Diakhir sesi ibadah diisi dengan doa dan pemyembahan kepada Tuhan.
[Nabire.Net]



Leave a Reply