Ketua Harian KONI Kabupaten Nabire, Madyo Prayitno kembali turun lapangan guna melihat dan mengecek langsung latihan dan kesiapan para atlet sejumlah cabang olahraga dalam persiapannya mengikuti even kejuaraan daerah.
Saat turun lapangan, ditemukan hanya sebagian kecil dari cabang olahraga saja yang melaksanakan latihan, sementara sebagian besar dari cabang-cabang olahraga tidak melaksanakan latihan.
Di hari pertama dan kedua hanya 20% cabang olahraga yang melaksanakan latihan dan di hari ketiga hasilnya tidak jauh berbeda alias sama. Dari sekian tempat latihan cabang olahraga, hanya cabang karate yang melaksanakan latihan.
Saat berkunjung ke tempat latihan cabang olahraga karate, Madyo Prayitno di hadapan Pengurus FORKI Kabupaten Nabire, para atlet dan pelatihnya, mengatakan bahwa Porprov yang selama ini ditunggu-tunggu sudah dipastikan batal dan sebagai gantinya dilaksanakan Kejurda-kejurda setiap cabang olahraga, sedangkan waktu yang disediakan untuk menggelar Kejurda itu antara Februari hingga akhir Maret 2014.
Oleh karena itu, Ketua KONI meminta agar para pengurus cabang olahraga, pelatih dan atlet untuk terus berlatih mempersiapkan diri sambil menunggu informasi kapan Kejurda karate dilaksanakan.
Madyo Parayitno, mengatakan bahwa dalam hal ini, karate itu mempunyai pengurus yakni FORKI sehingga saat cabang atau perguruan karate yang berada didalamnya tidak bisa langsung berkoordinasi dengan KONI tetapi harus melalui FORKI terlebih dahulu untuk selanjutnya FORKI yang akan akan berkoordinasi dengan KONI.
Dalam kesempatan itu pula Ketua KONI menjelaskan terkait Kejurda dan Porprov hubungannya dengan dana pembinaan. Terangnya, Kejurda merupakan kejuaraan tingkat provinsi yang diawali dari Kejurkab selanjutnya dari Kejurda menuju level lebih tinggi yakni Kejurnas dan even-even internasional. Dalam hal ini, Kejurda itu biasanya dilaksanakan setiap tahun berbeda dengan Porprov yang berangkatnya ditingkat kabupaten itu Porkab dan untuk level nasional itu PON, dan itu dilaksanakan menyesuaikan kalender diatasnya, Porkab, Porprov dan PON itu tidak dilaksanakan setiap tahun.
Terkait dengan pembiayaan, ungkap Madyo Prayitno, kalau Kejurkab, Kejurda dan Kejurnas, itu merupakan tanggungjawab cabang olahraga masing-masing, sementara KONI sifatnya hanya membantu. Sedangkan untuk Porkab, Porprov dan PON semua biaya ditanggung oleh pemerintah.
Terkait karate yang memiliki banyak perguruan, seperti Inkai, Inkado, KKI dan Gojur As, Ketua KONI meminta agar semua perguruan saling dukung serta menjaga kebersamaan karena semuanya bernaung dibawah FORKI.
Kepada Pengurus FORKI, Ketua KONI meminta agar dapat memperlakukan semua perguruan karate dalam tataran yang sama, tidak membeda-bedakan satu perguruan dengan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua KONI menyerahkan dana atau uang pembinaan untuk cabang karate dan diterima oleh Plt. Ketua FORKI Kabupaten Nabire, Charles Maniani.
Tinggalkan Komentar