Mahasiswa Paniai Desak Pemda Renovasi Asrama Permanen di Menado

Menado, Pemerintah daerah kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, diminta untuk segera merenovasi asrama permanan Komunitas Mahasiswa-Mahasiswi Kabupaten Paniai, Kota Studi Menado, Sulawesi Utara.
Hal itu disampaikan oleh generasi penerus yang tergabung dalam organisasi Komunitas Mahasiswa/i Kabupaten Paniai (KOMAKAPA) di Menado, Sulawesi Utara, Minggu, (10/12/2023) sore, seusai Ibadah Perayaan Natal dan hari ulang tahun KOMAKAPA ke-21.
Acara ibadah ini dihadiri tamu undangan dan seluruh anggota (KOMAKAPA) di Asrama Mahasiswa Paniai, Jalan Pulau Nain, Kelurahan Batu Kota, Kecamatan Malalayang, Kota Menado.
Alluwisius Kedepa, ST selaku penghubung organisasi KOMAKAPA mengatakan, kondisi asrama saat ini sudah tak layak dihuni oleh Mahasiswa/i Paniai karena lapuk dan atap seng sudah bocor sejak asrama dibeli oleh Mantan Bupati kabupaten Paniai, Bapak Naftali Yogi, S. Sos. Namun sampai saat ini, pemerintah tidak pernah berpikir dan bertindak untuk merenovasi asrama.
Lanjut kata Kedepa, selama ini, Pemda Paniai tidak ada kebijakan untuk merenovasi asrama permanen yang ada di seluruh Indonesia sehingga banyak asrama permanen sudah mulai rusak dan tak layak dihuni. Iu menjadi masalah pendidikan, sehingga pemkab Paniai harus segera bergerak, karena asrama adalah aset Pemkab Paniai, awetako enaa agapida.
Di tempat yang sama, Mesak Utii selaku Pembina organisasi KOMAKAPA mengatakan, di provinsi Sulawesi Utara ada dua kota studi yang belum mengupayakan asrama permanen yaitu kota Tomohon dan Tondano (Minahasa). Selama ini Pemda hanya mengupayakan rumah kontrak yang tidak cukup menampung pelajar dan mahasiswa yang seiring berjalannya waktu semakin bertambah.
Menurut Mesak Utii, tidak ada kebijakan pemerintah daerah untuk membangun sebuah gedung yang layak agar dijadikan sebagai Asrama komunitas Mahasiswa/i kabupaten Paniai.
“Sejak asrama dibeli tahun 2012 di kota studi Manado sampai sekarang, kota studi Tomohon dan Tondano ( Minahasa) pelajar dan mahasiswa masih tinggal di rumah yang dikontrak pertahun. Jika dihitung-hitung, uang kontrakan yang dikeluarkan pertahun itu bisa digunakan untuk membangun asrama permanen. Maksud dari pada itu, jika pembangunan asrama permanen itu selesai, pemerintah daerah tidak perlu anggarkan dana pertahun untuk membayar kontrakan,” tutur Utii.
Mahasiswa Paniai, Agus Gobai, yang juga Ketua Umum KOMAKAPA, berharap ada kebijakan pemerintah daerah kabupaten Paniai untuk menjawab kerinduan generasi penerus daerah dari kabupaten Paniai kedepannya.
Alasannya, kata Agus, sesuai fakta bahwa Asrama permanen di kota studi Manado yang sudah dibeli oleh mantan bupati Paniai masa bakti 2007-2012 sudah tidak layak dihuni dan belum direnovasi sampai saat ini.
Agus mengatakan, dengan bertambahnya mahasiswa/i di kota studi Tomohon dan Tondano (Minahasa), seharusnya pemerintah daerah dapat peka terhadap mahasiswa/i yang kuliah di kedua kota studi untuk dapat membangun asrama permanen guna meningkatkan kualitas hidup mahasiswa selama belajar dan berkuliah dan untuk menyiapkan sumber daya manusia bagi wilayah kabupaten Paniai provinsi Papua Tengah. Mau tidak mau, Pemda Paniai harus ambil langkah untuk membangun asrama permanen di kedua kota studi tersebut.
Aspirasi dari mahasiswa-mahasiswa asal Paniai kota studi Menado tersebut disampaikan kepada pemerintah daerah kabupaten Paniai provinsi Papua tengah, agar dapat diakomodir dalam sidang anggaran tahun berjalan 2024 nantinya.
Jika tidak direspon oleh pemda Paniai maka anggota KOMAKAPA Sulut dan mahasiswa asal Paniai di seluruh kota studi di Indonesia siap turun aksi di lingkup pemerintah daerah kabupaten Paniai provinsi Papua Tengah.
[Nabire.Net]







Maya
Untuk pemerintah daerah Segerah diperhatikan