Aspirasi Tak Tersalurkan, Para Sopir Kilo Minta Bupati Nabire Tanggapi Persoalan Ini. Ini Keterangan Kapolsek Uwapa

Nabire, Bertempat di Mapolsek Uwapa, Senin (26/06/2023), telah dilaksanakan pertemuan antara sopir kilo dengan Kapolsek Uwapa, Kepala Distrik Uwapa, Tokoh Adat dan Tokoh Agama.
Dalam pertemuan tersebut, para sopir kilo hendak menyampaikan aspirasi mereka terkait belum bisa beroperasinya para sopir kilo.
(Baca Juga : Belum Bisa Beroperasi Kembali, Sopir Kilo Minta Perhatian Polisi, Bupati Nabire dan Pj.Gubernur Papua Tengah)
Saat ditemui Nabire.Net di Terminal Kalibobo Nabire, Senin (26/06/2023), Ketua Komunitas Sopir Kilo, Kristian Kowi, mengatakan, aspirasi yang mereka bawa ke pertemuan di Mapolsek Uwapa tidak tersalurkan.
Oleh karena itu, para sopir kilo akan meminta Kasat Intel dan Kasat Lantas Polres Nabire untuk membuat rekomendasi ke Bupati Nabire sehingga bisa diadakan pertemuan untuk menanggapi aspirasi para sopir kilo.
Kristian Kowi berharap, pemerintah kabupaten Nabire tidak tutup mata melihat hal ini, dan bisa mencari solusi atas hal ini.
Tanggapan Kapolsek Uwapa
Sementara itu Nabire.Net meminta keterangan Kapolsek Uwapa, Ipda I Wayan Widia. Kepada Nabire.Net, Ipda I Wayan Widia membenarkan telah dilaksanakan pertemuan dengan Kepala Suku, serta pelaku usaha di WPR dan Taksi WPR.
Kapolsek Uwapa mengatakan, dalam pertemuan ini, Kepala Suku Bapak Jhon Madau meminta agar para pengusaha kios dan sopir taksi yang di WPR agar tidak melakukan aktivitasnya hingga ada hasil pertemuan antara Suku Dani dengan Suku Mee yang menyatakan kata damai dari kedua belah pihak.
“Untuk sementara, situasi sudah mulai membaik. Aktivitas masyarakat sudah mulai berjalan”, tandas Kapolsek Uwapa.
[Nabire.Net]






Yulius betoh
Masalah suku Dani dan suku mee masih belum ada perdamaian, karena belum ada makan bersama.