Ini Poin-Poin Penting yang Menjadi Fokus Direktur Dalam Pembenahan RSUD Nabire

Nabire, Sejumlah poin-poin penting menjadi fokus dari Direktur RSUD Nabire dalam rangka memperbaiki pelayanan kesehatan di RSUD Nabire.
Hal tersebut disampaikan Direktur RSUD Nabire, dr. Frans Sayori, M,.Kes, saat diwawancarai Nabire.Net dan sejumlah awak media, Kamis siang (27/04/2023).
Dijelaskan dokter Frans Sayori, setelah sidak kemarin, dirinya fokus untuk menyelesaikan masalah obat. Langkah yang diambil adalah bekerja sama dengan apotek Pelita Farma untuk membackup apotek RSUD Nabire untuk menyediakan beberapa item obat yang tidak ada. Untuk ketersediaan obat ini butuh waktu pemesanan, pengiriman, sedangkan kebutuhan selalu ada setiap saat.
“Kenapa apotek RSUD Nabire bisa kehabisan obat? Karena di perencanaan kita yang sudah kita hitung untuk 1 tahun untuk kebutuhan obat di Nabire, secara riilnya pasien yang dilayani di RSUD Nabire bukan hanya warga Nabire tetapi juga warga dari kabupaten lain. Sesuai dengan anggaran di DPA kita, yang kita anggarkan itu khusus untuk perhitungan kabupaten Nabire, tetapi tidak mungkin kita tolak pasien dari Dogiyai, Deiyai, Waropen, Wasior, ini yang harus secara riil harus hitung-hitungan dengan baik,” beber dokter Frans Sayori.
Dijelaskan, permintaan obat dan reagen ini, diminta ke perusahaan obat, ke perusahaan reagen. Selama utang RSUD Nabire belum dibayarkan di perusahaan obat maupun perusahaan reagen, maka obat atau reagen belum bisa dikasih. Perusahaan tersebut tidak berjalan jika utangnya tidak dibayar, apalagi utangnya miliaran.
“Kenapa saya berani untuk menunjuk untuk mengambil obat di apotek lain selain di apotek RSUD Nabire karena saya punya harapan di belakang saya ada dukungan dari pemprov Papua Tengah”, harap dokter Sayori.
Selain obat, air dan lainnya, ada beberapa item lain yang akan disupport secara hibah oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah. Contohnya pembangunan rumah untuk dokter-dokter. Apalagi ada sorotan dari Kementerian Kesehatan terkait kasus kematian dokter Mawartih Susanty kemarin. Provinsi sudah yakinkan pihak RSUD Nabire untuk membangun sejenis apartemen untuk para dokter.
Selain fokus untuk masalah obat, Direktur RSUD Nabire, dr. Frans Sayori, M.Kes., juga akan fokus pada pembenahan UGD RSUD Nabire. “Hari ini, saya sudah mulai dengan seluruh lampu-lampu yang tidak menyala, yang kurang terang, agar segera diganti. Kemudian akan mendesain UGD, sehingga orang yang masuk akan merasa nyaman. Syukur juga dibackup oleh Pemprov Papua Tengah untuk peralatan, sehingga dapat memberikan wajah baru, perubahan baru, bahwa pelayanan ini kita fokus untuk tingkatkan.”
Disamping pembenahan UGD RSUD Nabire, Direktur RSUD Nabire juga akan membenahi instalasi gizi atau dapur RSUD Nabire. “Namanya rumah, dapur itu yang inti, tempat makan kita. Saya sudah belikan peralatan yang baru dengan harapan bisa mendorong teman-teman di dapur RSUD Nabire agar bisa semangat.”
“Sejak 18 April 2023, setiap apel pagi, saya sampaikan saya punya komitmen. Sebagai pimpinan saya punya 6K yaitu Konsep, Komunikasi, Koordinasi, Konsultasi, Komitmen, Konsisten, saya kira 6K ini yang menjadi kekuatan saya dalam kepemimpinan sebagai Direktur RSUD Nabire. Jika manajemen bagus bisa menopang pelayanan, jika pelayanan bagus bisa menopang pelayanan. Harapan saya dengan kehadiran Ibu PJ.Gubernur Papua Tengah dan Bupati Nabire bisa menjadikan support kepada saya, kemudian sudah ada strategi-strategi yang akan saya bawa, waktu yang akan berbicara, perubahan apa yang bisa saya buktikan di rumah sakit ini tidak lain tetap merujuk kepada tugas dan fungsi rumah sakit yaitu meningkatkan kesehatan perseorangan secara paripurna,” tandas dokter Frans Sayori.
[Nabire.Net]
Tinggalkan Komentar