Ketua IKT Nabire : Keluarga Terus Kawal Proses Hukum Kasus Pembunuhan Dokter Mawartih Susanty

Nabire, Kasus pembunuhan dokter Mawartih Susanty hingga saat ini masih terus dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian. Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang., S.Pd., M.Pd., mengatakan, pihak keluarga almarhumah terus mengawal proses hukum kasus ini.
Hal itu disampaikan Yulianus Pasang yang juga Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kabupaten Nabire, kepada Nabire.Net, Kamis (27/04/2023).
Dikatakan Yulianus Pasang, pihak keluarga almarhumah dokter Mawartih Susanty, meminta dirinya selaku Ketua IKT Nabire untuk terus mengikuti perkembangan kasus ini.
“Pihak keluarga almarhumah dokter Mawartih Susanty selalu menanyakan hal ini ke saya. Hanya perkembangannya ini, kita lihat BAP-nya sudah ada empat, artinya keluarga almarhumah ingin sebenarnya agar kalau bisa kasus ini betul-betul transparan seluas-luasnya, karena itu yang keluarga sampaikan ke saya,” kata Yulianus Pasang.
Lanjut dikatakan Yulianus Pasang, kematian dokter Mawartih Susanty ini tidak bisa diterima oleh pihak keluarga karena motif yang diungkapkan Pelaku adalah sakit hati lantaran honor Covid-19 miliknya dipotong dan selalu terlambat dikasih.
“Keluarga dokter Mawartih Susanty bertanya apakah pengelola dana Covid-19 itu tidak ada di manajemen RSUD Nabire? Dokter Mawartih Susanty ini statusnya kan hanya kontrak dan bukan ASN. Namanya organisasi itu apalagi yang menangani Covid-19 itu ada pengelola keuangannya, tidak mungkin dokter Mawartih Susanty yang langsung mengelola keuangan itu,” beber Yulianus.
“Saya selaku Ketua IKT Nabire pasti menerima penyampaian dari pihak keluarga dokter Mawartih Susanty bahwa pihak keluarga tidak bisa menerima kematian daripada almarhumah jika alasannya seperti itu. Pihak keluarga mohon agar kasus kematian daripada dokter Mawartih Susanty ini betul-betul bisa diterima pihak keluarga (motif). Saya juga sudah sampaikan ke masyarakat Toraja secara khusus di Nabire untuk sama-sama bersabar menunggu proses hukum yang berjalan.” tandas Yulianus Pasang.
Sebagai informasi, Kepolisian Resort Nabire telah menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan dokter Mawartih Susanty, Jumat (14/04/2023), pukul 10.00 WIT, bertempat di TKP kasus pembunuhan yang berlokasi di kompleks RSUD Siriwini Nabire.
(Baca Juga : Polres Nabire Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Dokter Mawartih Susanty, Total 65 Adegan)
Total ada 65 adegan yang terbagi dalam 2 lokasi, masing-masing di rumah dinas dokter Mawartih Susanty dan di RSUD Nabire.
[Nabire.Net]
Tinggalkan Komentar