Gubernur Papua : Yang Tertembak Adalah OPM
Gubernur Provinis Papua, Lukas Enembe, S.I.P., M.H., memastikan korban yang tewas tertembak oleh anggota TNI di PuncakĀ Jaya, Senin (4/11) adalahĀ anggota OPM.
āYang tertembak adalah saudara kita juga, tapi mereka adalah OPM karena membawa senjata secara liar alias illegal dan berupaya menyerang aparat keamanan,ātegas Lukas Enembe.
Seperti diketahui TNI berhasil menembak mati salah satu anggota kelompok separatis bersenjata OPM bernamaKiwo Telenggen,senin 4 November di Mulia Puncak Jaya Papua.
Bahkan, kata Gubernur, dirinya sudah berkomunikasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya maupun Kapolda, ternyata memang yang tertembak adalah OPM. āTidak salah lagi, yang tertembak merupakan anggota OPM,āsingkatnya.
Senjata yang digunakan anggota OPM itu, adalah senjata milik Komandan Koramil yang tahun lalu dirampas. āItu senjatanya Koramil dan dirampas ketika Pemilukada Puncak Jaya tahun lalu berlangsung di Distrik Mewoluk,āpaparnya.
Gubernur mengimbau, agar mereka yang selama ini berseberangan untuk menghentikan segala bentuk kekerasan yang hanya menimbulkan jatuhnya korban.āDari tahun ke tahun pembunuhan terus terjadi, saudara kita yang bersebarangan sebaiknya merenungkan semua peristiwa yang terjadi, meski korban berjatuhan, namun tidak membawa dampak apa-apa. Sebaiknya mari bergabung untuk sama-sama membangun Papua ke arah yang lebih baik,ājelasnya.
Gubernur menambahkan, bila semua berjalan sendiri-sendiri tidak akan pernah menghasilkan sesuatu yang berarti. āPembangunan tidak akan jalan kalau jalan sendiri, silahkan bergabung dengan bupati dan berjuang untuk pembangunan.Ā Sayaakan perhatikan dan bantu apa yang merekaInginkan, usaha atau apapun,āpungkasnya.
Versi TNI peristiwa penembakan terjadi, saat ada 3 anggota OPM yang berada di tengah-tengah masyarakat yang saat itu sedang mengikuti tes penerimaan CPNS.
āAda laporan dari masyarakat, bahwa ada 3 orang yang mencurigakan berada ditengah orang yang sedang mengikuti tes CPNS. Anggota TNI dari Batalyon Infantri 753 AVT Nabire yang bertugas di Mulia kemudian menindaklanjuti dengan melakukan patroli ke kerumunan masyarakat yang sedang mengikuti tes,āucap Juru Bicara Kodam 17 Cenderawasih Kolonel Lismer Lumban Siantar.
Saat ketiga orang itu ditanyai tentang identitasnya, malah mereka kabur secara berpencar. Salah seorang dari ketiga lari ke arah kantor Distrik sambil melepaskan tembakan, sedangkan dua lagi kabur ke arah Gunung Kiribuya. āYang dikejar anggota adalah yang pelaku menembak sambil kabur, dan berhasil menembaknya,ākata dia.
Dari tangan anggota OPM yang diidentifikasi bernama Kiwo Telenggen kemudian berhasil disita satu pucuk senjata api pistol jenis FN. āDari identifikasi sementara, senjata itu milik Danramil yang dirampas beberapa waktu lalu, di Distrik Mewoluk,āujarnya.
Sementara dua kawanan OPM lainnya meski dikejar berhasil melarikan diri masuk ke dalam hutan. āAnggota memang berupaya kejar dua lainnya, tapi mereka lari keketinggian dan masuk hutan,āucapnya.
Meski ada aksi penembakan itu, proses tes penerimaan CPNS di Mulia tetap berjalan dan saat ini situasi tetap aman dan kondusif.
Sebelumnya, Polisi mengklaim anggota OPM itu tewas ditembak patroli TNI pimpinan Lettu Juni, saat mencoba menembaki anggota TNI, yang saat itu mengendarai mobil.
Rangkaian aksi penembakan yang mengakibatkanĀ Ā jatuhnya korban jiwa yang melibatkan TNI dan TPN/OPM,Ā terutama di wilayah Pegunungan Tengah Papua menuai tanggapan Kabid Humas Polda Papua AKBP Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K.,Ā ketikaĀ dikonfirmasiĀ diruang kerjanya, Rabu (6/11).






Tinggalkan Komentar