Gaya permainan cepat dan kolektif diyakini akan menjadi salah satu keunggulan yang bisa dimaksimalkan Mutiara Hitam untuk meladeni perlawanan Al Qadsia. Misi berat kini diemban Persipura Jayapura jelang menghadapi pertandingan leg kedua babak semi-final Piala AFC 2014 saat menjamu Al Qadsia di Stadion Mandala Jayapura, Selasa (30/9) mendatang.
Membidik target lolos ke partai final, skuat Mutiara Hitam berada dalam situasi kurang menguntungkan setelah dipaksa menelan kekalahan 4-2 dalam pertemuan pertama di markas klub asal Kuwait tersebut, sebuah hasil yang cukup menyulitkan langkah pasukan Jacksen F.Tiago.
Kendati berada dalam situasi yang kurang menguntungkan, Goal Indonesia telah merangkum setidaknya ada lima kelebihan yang bisa dimanfaatkan Persipura apabila ingin meredam lawan sekaligus memetik kemenangan untuk melenggang ke puncak.
Tak dimungkiri musim ini Persipura memiliki rekor bermain di kandang yang begitu impresif selama berkompetisi di pentas Asia. Dari total lima laga yang dimainkan di Stadion Mandala Jayapura, Mutiara Hitam sukses merengkuh empat kemenangan dan hanya sekali kalah dari wakil Singapura, Home United (2-0), itupun terjadi di laga terakhir fase penyisihan grup yang sudah tidak menentukan lagi, di mana Persipura saat itu sudah dipastikan lolos ke babak gugur dengan status juara grup.
Selama menjamu lawan-lawan mereka di Piala AFC, Persipura mampu membukukan torehan 24 gol ke gawang lawan dan hanya enam kali kebobolan. Termasuk dua laga di antaranya saat berpersta gol di babak 16 besar kontra raksasa Myanmar, Yangon United (9-2) serta saat menang telak di perempat-final atas juara bertahan Kuwait SC (6-1).
PERMAINAN CEPAT & KOLEKTIF
Gaya permainan cepat dan kolektif yang diterapkan Persipura musim ini boleh dikatakan sebagai salah satu kunci keberhasilan mereka melenggang hingga babak semi-final Piala AFC. Meski tak memiliki nama besar di tubuh skuat ketimbang klub-klub lain, terutama dari Asia Barat, pasukan Mutiara Hitam tetap mampu tampil atraktif dalam menginbangi lawan yang tergolong lebih tangguh di bawah arahan Jacksen F.Tiago.
Itu terbukti ketika di partai perempat-final, dalam dua leg melawan sang juara bertahan turnamen, Kuwait SC. Persipura hanya kalah tipis 3-2 dan sempat menyulitkan dengan skema permainan tersebut saat di markas lawan, sebelum akhirnya secara mengejutkan memetik kemenangan telak 6-1 di Jayapura.
MOTIVASI UKIR SEJARAH
Usai mencatatkan rekor sebagai tim pertama asal Indonesia yang berhasil lolos ke babak semi-final Piala AFC, sejak turnamen tersebut digulirkan pada musim 2004. Kini Persipura membidik catatan lain dengan menjadi klub tanah air pertama yang mampu melaju hingga partai puncak Piala AFC.
Motivasi tinggi tersebut jelas akan menjadi tambahan moral berharga bagi Boaz Salossa dan kolega jelang melakoni pertandingan leg kedua babak semi-final melawan Al Qadsia. Kendati kalah 4-2 di pertemuan pertama, kemenangan minimal dua gol tanpa balas akan cukup bagi Mutiara Hitam untuk masuk ke final dengan keunggulan produktivitas gol tandang.
PEMAIN KUNCI
Absennya Bio Paulin pada pertemuan pertama lalu di kandang Al Qadsia cukup menggambarkan kelemahan Persipura di sektor pertahanan tim, terutama dalam situasi menghalau bola-bola atas. Kehadiran bek asal Kamerun itu jelas dibutuhkan untuk meredam kelebihan yang dimiliki para penyerang klub raksasa Kuwait tersebut.
Selain itu, kepiawaian Yoo Jae-Hoon di bawah mistar juga akan kembali diandalkan Mutiara Hitam, sebagaimana yang ditunjukkan kiper asal Korea Selatan itu kala mampu bermain impresif di leg pertama dengan membuat sejumlah penyelamatan gemilang. Sementara Robertino Pugliara, Boaz Solossa dan Titus Bonai, ketiganya diharapkan bisa mengulang kinerja saat meluluhlantakkan Kuwait SC di kandang.
KEBUGARAN FISIK AL QADSIA
Meski telah menyatakan siap untuk memperlihatkan performa terbaik untuk mendapatkan tiket ke final, bukan berarti persiapan Al Qadsia jelang menghadapi laga penentuan di kandang kebesaran Persipura tanpa halangan.
Terlepas dari kelelahan para pemain yang telah menempuh penerbangan panjang dari Kuwait menuju Indonesia, beberapa pemain mereka masih terkendala dengan masalah kebugaran fisik yang harus dihadapi. Shehu Abdullahi, gelandang andalan yang berstatus sebagai penggawa timnas Nigeria bersama dengan Amer Al Matouq masih menjalani masa pemulihan usai cedera. Sedangkan kiper Nawaf Al Khaldi sempat mengalami flu meski belakangan dinyatakan sudah makin membaik.
Leave a Reply