WNA Pekerja Tambang Di Nabire Akan Dideportasi Januari 2019

Nabire – Pasca ditahan oleh Imigrasi Kelas 2 Timika Juni 2018 lalu dan kasusnya dilimpahkan ke Nabire, sebanyak 21 Warga Negara Asing (WNA) dari China, Jepang dan Korea Selatan yang menyalahgunakan visa untuk bekerja di perusahaan tambang di Nabire, akan segera dideportasi jika masa hukumannya berakhir atau membayar denda, sesuai putusan Pengadilan Negeri Nabire.

Hal itu dikatakan Kepala Imigrasi Kelas 2 Timika, Samuel Henock, kamis (27/12), di Timika, seperti dilansir Nabire.Net dari Kantor Berita Antara.

Kepada mass media dalam jumpa pers, Samuel menjelaskan bahwa saat ini ke 21 WNA tersebut dijatuhi hukuman 5 bulan penjara dan denda 10 juta karena melanggar UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Usai menjalani masa hukuman dan membayar denda, ke 21 WNA tersebut akan dideportasi pihak Imigrasi Timika ke negaranya masing-masing pada Januari 2019 mendatang.

Seperti diketahui, puluhan WNA Tiongkok tersebut dicokok pihak Imigrasi Timika pada bulan Juni 2018 lalu. Kasus mereka kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Nabire dan disidang di Pengadilan Negeri Nabire pada Oktober 2018 lalu.

Mereka bekerja pada dua lokasi perusahaan tambang emas rakyat. Ada yang bertugas mengoperasikan alat berat, sopir truk, operator peralatan untuk pemurnian emas. Bahkan ada satu perempuan bertugas sebagai juru masak dan dua orang bertugas sebagai penerjemah bahasa.

Dua lokasi pertambangan emas rakyat di wilayah Lagari, Nabire tersebut juga diketahui menjalin kerja sama usaha dengan 12 perusahaan tambang.

Keberadaan puluhan WNA Tiongkok yang bekerja sebagai buruh di dua perusahaan tambang emas rakyat di Lagari, Nabire diduga melanggar aturan keimigrasian lantaran mereka menggunakan visa kunjungan sebagai wisatawan untuk bekerja.

[Nabire.Net]



2 Responses to WNA Pekerja Tambang Di Nabire Akan Dideportasi Januari 2019

  1. Agus Tebai berkata:

    Saya sebagai anak pribumi kabupaten Nabire,Dogiyai,Degiyai,dan Paniai tegaskan kapada Pemerintah daerah kab Nabire bahwa:
    orang” itu Pemerintah daerah kab Nabire harus tegaskan keras agar mereka tidak laksanakan lagi ilegal-ilegal yang masuk di kabupaten nabire dan diantara empat kabupaten nya!!

    • Kodrat effendi.S.H.,M.H berkata:

      Pertanyaan bagi sy, mengapa pihak imigrasi cuma menangkap wna sja, lantas pemilik perusahaan yg sedianya mempekerjakan para wna tdk ikut di tangkap. Ada apa….para wna bisa bekerja di tambang atas dasar perusahaan tambang ( PT )…..
      DI MANA letak keadilan nya, ( hellow ) ?????

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *