Polres Nabire Gelar Konferensi Pers Kasus Kekerasan Anak

(Nayla, korban penganiayaan ibu tirinya/Foto,Nancy.W)

Nabire – Menindaklanjuti kasus kekerasan anak yang dialami Nayla Nurhani, anak usia 5 tahun yang dianiaya oleh ibu tirinya, Polres Nabire menggelar konferensi pers, selasa siang (10/12) di Mapolres Nabire.

Hadir dalam konferensi pers itu, Kabag Ops, AKP Samuel D. Tatiratu, SIK, didampingi Kasat Reskrim Dionisius Vox Dei Paron Helan, SIK bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Dalam konferensi pers ini, kepolisian menjelaskan duduk perkara kekerasan yang dialami Nayla yang terjadi pada senin 2 Desember 2019, pukul 22.00 Wit.



“Awalnya korban malam itu tidur di dalam kamar sendiri kemudian karena merasa hendak buang air besar korban mau keluar kamar mandi untuk buang hajat namun korban takut karena pelaku tidur di ruangan tengah depan TV dan korban yang takut tidak berani keluar kamar dan lalu buang air di celana dan di simpan oleh korban di dalam tumpukan pakaian bersih”, ucap Kasat Reskrim, seperti dilansir dari Humas Polres Nabire.

Pelaku yang tidur mencium bau kotoran dan cari di dalam kamar korban kemudian mendapati korban menaruh kotorannya di dalam tumpukan pakaian kotor sehingga pelaku marah dan lalu memukul wajah korban sebanyak satu kali dengan tangan terbuka dan kena di wajah bagian mata tapi korban dilarang untuk menangis agar tidak terdengar oleh kakak dan adik korban di kamar depan.

Menurut pelaku, yang memukul korban adalah setan atau roh gaib yang tinggal di dalam rumah mereka. Keesokan harinya, korban bangun dengan mata sudah lebam dan membiru di sekitar kedua bola mata serta mengalami panas demam sehingga pelaku yang takut lalu menghubungi suami di tempat kerja untuk turun dan melihat kondisi korban.

“Kemudian setelah mendapatkan laporan tersebut, Polres Nabire mendatangi Rumah Sakit dan menyaksikan sendiri kondisi keadaan korban bahwa korban saat itu dalam penanganan medis dan yang tampak saat itu kedua bola mata korban biru lebam menggunakan nafas bantu oksigen serta memakai kateter karna lemas dan belum bisa untuk bangun dan melakukan aktifitas”, lanjut Kasat Reskrim.

Korban bernama Nayla Nurhani (5) jenis kelamin perempuan, kemudian tersangkanya adalah ibu tiri korban Eni Sutisna alias Mama Nabila (48).

Tersangka dikenakan Pasal 80 ayat (1) dan (4) Undang-undang Republik Indonesia tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak menjadi Undang-undang Jo Pasal 76C Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Setiap orang di larang membiarkan,melakukan,menyuruh melakukan atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak di pidana dengan pidana penjara paling lama (3) Tiga tahun (6) bulan atau denda paling banyak Rp.72.000.000 di tambah sepertiga dari ketentuan karena yang melakukan Penganiayaan tersebut orang tuanya,” pungkas Kasat Reskrim AKP Dion.

[Nabire.Net/E.L]

One Response to Polres Nabire Gelar Konferensi Pers Kasus Kekerasan Anak

  1. Musa wayeni berkata:

    Semoga pelaku mndptkn hukuman yg setimpal dgn prbuarmtnny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *