INFO NABIRE INFO PAPUA
Home » Blog » Polres Nabire Gelar Barang Bukti Hasil Razia Di Kabupaten Dogiyai

Polres Nabire Gelar Barang Bukti Hasil Razia Di Kabupaten Dogiyai

Rabu pagi tadi, 18 januari 2017, bertempat di Ruang RBP Polres Nabire, telah digelar konferensi pers dalam rangka gelar barang bukti hasil operasi rutin kepolisian di kabupaten Dogiyai yang merupakan wilayah hukum Polres Nabire.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Nabire, AKBP Semmy Ronny Thabaa, didampingi Kabagops Polres Nabire, Kompol I.Nyoman . P .Sandita. SIK, Kasubagbin ops Polres Nabire Akp Sri Kasiono, Kasubagdal ops Polres Nabire, Iptu Joni Bubang, pejabat utama Polres Nabire, Kasi humas dan para wartawan yang ada di Nabire.

Kapolres Nabire dalam kegiata ini menyampakan bahwa operasi rutin yang digelar di kabupaten Dogiyai adalah untuk menciptakan sitkamtibmas yang kondusif khususnya menjelang pelaksanaan pilkada, dan dijalankan sesuai protap yang ada dan dilaksanakan di titik-titik seperti fasilitas umum, pasar, jalan raya, dan bukan di hutan atau kebun seperti informasi dari masyarakat.

Dikatakan, Kapolres Semmy Thabaa, jika barang tersebut masih beredar di Dogiyai maka akan menimbulkan keresahan dan kerawanan kamtibmas, oleh karena itu Pihaknya akan tetap melakukan dan meningkatkan kegiatan razia sesuai protap.

Adapun hasil dari operasi rutin Polres Nabire tersebut berupa :

a. Sajam ( senjata tajam ) sebanyak 152 buah.
b. Kertapel sebanyak 5 buah.
c. Miras jenis vodka sebanyak 1 botol.
d. Alkohol murni 70% ukuran 1 liter sebanyak 6 botol.
e. Alkohol murni 70% ukuran 0,3 liter sebanyak 3 botol.
f. Buku rekapan togel, pena.

Lebih lanjut, Kapolres Semmy Thabaa mengatakan, apa jadinya bila barang-barang yang dirazia tersebut masih ada di kabupaten Dogiyai, kalau ada yang bilang senjata tajam untuk di kebun, faktanya benda-benda tersebut bukan disita di pinggiran kota Moanemani atau di gunung atau di hutan tetapi di dalam kota Moanemani seperti pasar, dan titik rawan lain dalam kota.

“Benda-benda tersebut juga bukan dari Orang Asli Papua saja, tetapi juga dari masyarakat non Papua seperti tukang ojek dan lain sebagainya’, pungkas Kapolres Semmy Thabaa.

[Nabire.Net/Humas Polres Nabire]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.