Pajak Sektor Pariwisata Di Nabire Tak Terserap Maksimal Karena Belum Ada Perbup

(Dok.Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Nabire, Natus Gobai S.Sos)

(Dok.Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Nabire, Natus Gobai S.Sos)

Nabire – Banyak wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata di Nabire seperti wisata hiu paus di Distrik Yaur secara diam-diam tanpa adanya pemasukan bagi daerah. Hal tersebut dikarenakan belum adanya Peraturan Bupati tentang pungutan retribusi dan pajak sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Nabire, Natus Gobai S.Sos, belum lama ini.

Menurutnya, selama ini Dinas Budpar Nabire sudah meminta pemerintah Nabire untuk menyiapkan Perbup sebagai payung hukum bagi pungutan retribusi dan pajak.

Dilansir dari media Papuapos Nabire, Natus menjelaskan, selain dari pariwisata, masih banyak sumber PAD yang tak tergali secara optimal karena belum adanya Peraturan Bupati.

Seperti contoh pajak hotel, rumah makan dan tempat hiburan, selain tempat wisata tentunya, yang bisa menjadi sumber PAD di sektor pariwisata.

Karena belum adanya Perbup sebagai payung hukum, instansi teknis yang memungut retribusi, terpaksa tak bisa berbuat banyak.

Selama ini Dinas Budpar Nabire hanya menarik retribusi dari Pantai Wisata Gedo dan Taman Gizi.

Oleh karena itu, Natus Gobai berharap agar pemerintah kabupaten Nabire bisa memberlakukan Perbup agar instansi teknis dapat melaksanakan pungutan PAD secara maksimal demi peningkatan pendapatan daerah.

Perbup penting agar intansi teknis melaksanakan pungutan pendapatan daerah sebelum ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebagai produk hukum di daerah.

[Nabire.Net/PPN]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *