Ini Tanggapan Juru Bicara Pemilik Kapal Keruk Emas Di Siriwo Nabire

Nabire – Penemuan Kapal Keruk Emas yang berada di KM 102 Siriwo, Distrik Siriwo Nabire, menghebohkan warga Nabire. Menanggapi keberadaan Kapal tersebut, Iwan Angriadi selaku juru bicara pemilik kapal yang juga penterjemah, angkat bicara.

Kepada Nabire.Net, iwan mengoreksi pemberitaan Nabire.Net yang berjudul “Ditemukannya Kapal Keruk Emas Milik PT. Hanjun Di Siriwo Nabire Tanda Lemahnya Pengawasan Dinas ESDM Papua & Pemkab Nabire“.

Ada beberapa poin penting yang dikoreksi Iwan terkait berita tersebut. Saat menghubungi Nabire.Net, Rabu siang (19/06), Iwan menjelaskan bahwa kapal dan lokasi kapal bukan atas nama PT. Hanjun melainkan atas nama PT.Jichuan.

Ia sendiri tidak menampik bahwa memang kapal keruk emas tersebut ada di lokasi (Siriwo), namun ia memastikan bahwa kapal tersebut belum beroperasi, namun masih dalam tahap pembuatan.

Saat ditanya terkait ijin operasinya, Iwan menjawab bahwa hal itu sudah dikomunikasikan dengan pihak Dinas ESDM Provinsi, walaupun sebenarnya pihak ESDM Provinsi mengaku masih keberatan dengan pembuatan kapal tersebut.

Kemudian, Iwan Angriadi mengoreksi pemberitaan Nabire.Net bahwa PT. Hanjun pernah beroperasi di Sima sesuai laporan dari Suku Yerisiam Gua ke pihak kepolisian.

Yang benar menurut Iwan bahwa PT. Hanjun tidak pernah beroperasi di lokasi tersebut (Sima), tapi ada pihak lain (oknum) yang mengatasnamakan PT. Hanjun dan beroperasi disitu. Hal itu sendiri sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Saat ditanyakan terkait keberadaan Tenaga Kerja Asing di lokasi, apakah mereka memiliki visa kerja, Iwan menjawab bahwa mereka memiliki visa kerja. Jika ingin mengetahui detailnya, Iwan meminta hal tersebut bisa langsung ditanyakan ke pihak Imigrasi.

Kepada Nabire.Net Iwan menjelaskan bahwa keberadaan kapal keruk emas sudah diperiksa oleh pihak kepolisian. Dan hal itu bisa langsung ditanyakan kepada pihak kepolisian.

Sebelumnya diberitakan, keberadaan kapal keruk emas di Siriwo terungkap saat kunjungan Ketua LSM Wadah Generasi Anak Bangsa, Yeri Basri Mak, ke KM 102 Siriwo, Distrik Siriwo, kabupaten Nabire.

Seperti dilansir Nabire.Net dari media online Nasionalnews.Id, kapal keruk emas tersebut belum dioperasikan, namun diduga menyalahi aturan pembuatan kapal.

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *