Ada Suatu Masa Dimana Radio Adalah Ruang Rindu

(LPP RRI Jalan Merdeka Nabire)

Nabire – ‘ Di radio, aku dengar, lagu kesayanganmu’, demikian sepenggal lirik lagu Kugadaikan Cintaku yang pernah dipopulerkan oleh almarhum Gombloh pada tahun 1986 silam. Kala itu, mendengarkan lagu di radio membuat kita bisa berimajinasi. Dan kita hampir lupa bahwa pernah ada suatu masa dimana radio adalah ruang rindu, tempat berkumpul para pecintanya.

Hampir semua orang di dunia pernah mendengar radio. Radio menjadi media yang begitu populer di jamannya, saat dunia masih belum mengenal internet dan handphone, bahkan mungkin saat ini masih banyak yang setia mencari modulasi gelombang siaran radio yang disukainya.

Ya, perangkat audio yang satu ini mungkin sudah mulai digusur oleh TV, Internet, dan Handphone. Memang masih ada yang setia tapi jumlahnya amat kecil. Suara radio dikalahkan oleh media-media lain.

Bukan hanya itu saja, Radio Republik Indonesia (RRI) yang usianya kini sama dengan usia kemerdekaan negara ini, kini pamornya di kalangan anak muda semakin kurang populer. Selain itu munculnya radio-radio swasta semakin menggerus pendengar RRI.

Tapi sampai kapan pun radio tetap akan diperlukan. Hanya dimensinya saja yang berubah karena teknologi dan ilmu komunikasi yang berkembang. Tapi radio akan selalu abadi.

Hari ini, 11 September 2019, Radio Republik Indonesia memasuki usia ke-74. Usia ini bukan lagi usia yang muda, namun sudah sangat matang.

RRI yang dulunya merupakan media pemersatu bangsa Indonesia di jaman kemerdekaan, terus bertransformasi mengikuti perkembangan jaman untuk tetap dekat di hati para pendengarnya serta berusaha menjangkau generasi milenial yang sudah mulai melupakan radio.



Bernostalgia Dengan RRI Nabire

Masih terngiang di telinga warga Nabire, suara-suara merdu dan lantang dari para penyiar RRI Nabire. Sebut saja ada suara Ibu Sintike Nelwan, Mbak Denok, Mas Joyo Suparjo, Ibu Rumiris Pane, Alexander Saudilla hingga Amir Kadang dan dan lain sebagainya di era 90-an.

Kemudian berganti dengan suara-suara generasi terkini seperti Hari Gunawan, Jefri Panjaitan, Ditya Astuti (Dias), Arnold Saudilla, Robi Fanindi, Tabitha Rumansara dan masih banyak lagi.

Siapa tak tahu dengan sederetan program yang hingga saat ini masih menjadi program favorit RRI Nabire seperti Pilihan Pendengar (Pilpen), Terminal Ratel (Radio Telepon), dan program lainnya. Program-program tersebut begitu ditunggu-tunggu warga Nabire, apalagi mengudara di waktu-waktu santai dan lengang.

Ya, RRI Nabire masih selalu menjadi media informasi dan hiburan bagi warga Nabire, lebih khusus bagi mereka yang tinggal di pelosok kampung, pegunungan dan pesisir pulau Nabire.

Namun apapun perubahan yang terjadi, RRI akan selalu mengudara seperti semboyan angkasawan-angkasawatinya ‘Sekali Di Udara Tetap Di Udara’.

RRI Terus Bertransformasi

Kini RRI mulai berbenah di seluruh Indonesia. Mengusung tagline ‘Kini RRI Ada Di Ujung Jari’ menandakan RRI ingin mengikuti perkembangan jaman dan teknologi untuk senantiasa memuaskan pendengar setianya di seluruh Indonesia.

Mendengarkan RRI kini tak melulu harus menenteng pesawat radio manual. RRI kini hadir merambah internet melalui aplikasi digital RRI Play. Siaran RRI di seluruh nusantara kini bisa didengar di ponsel pintar kita hingga ke mancanegara.

Ini merupakan quantum leap bagi RRI di era digitalisasi, dengan menghadirkan ratusan kanal layanan audio streaming, foto, video, tv streaming dan informasi serta hiburan menarik lainnya melalui aplikasi RRI Play.

Cukup mengunduh aplikasi RRI PLAY yang tersedia gratis di Google Store dan Apple Store, pencinta RRI seakan memindahkan frekuensi radio ke dalam ponselnya. Tak ayal, sejak diperkenalkan medio September 2013 lalu, RRI PLAY kini memiliki jutaan downloader.

Selain teknologi, RRI juga terus membenahi SDM-nya agar tak tertinggal dengan perkembangan jaman, dan dapat terus memunculkan kreativitas baru untuk melestarikan kebudayaan dari seluruh wilayah Indonesia.

Demikian halnya dengan RRI Nabire, yang mengimplementasi kebijakan pusat dengan menghadirkan studio integrasi RRI, Agustus 2018 lalu.

(Baca Juga : Hadirnya Studio Integrasi RRI Nabire Diharapkan Dapat Meningkatkan Kualitas Siaran Ditengah Masyarakat)

Kehadiran studio integrasi RRI Nabire diharapkan dapat meningkatkan pelayanan RRI kepada masyarakat dengan mengedepankan mutu siaran yang berkualitas didukung fasilitas yang semakin lengkap dan SDM yang semakin berkembang.

Studio Integrasi LPP RRI Nabire yang diresmikan ini terdiri dari Studio Programa 1, Programa 2 dan News Room. Didukung dengan siaran streaming, yang dapat didengar di aplikasi RRI Play.

RRI Nabire kini memang telah berubah, tanpa harus meninggalkan budaya daerah. Hal ini tentu patut kita apresiasi bersama.

Di hari jadinya ke 74 tahun. RRI mengusung tema “Untuk Indonesia Lebih Bertoleransi” dengan tujuan agar masyarakat Indonesia tetap bersatu dan tidak terpecah belah.

Ini adalah sebuah upaya agar masyarakat Indonesia itu tidak boleh terpecah belah, karena Indonesia tidak punya pengalaman berbelah. Indonesia dengan Bhineka Tunggal Ika itu adalah sejarah yang bagus,” jelas Direktur Utama LPP RRI M Rohanudin, Senin (9/9), seperti dikutip dari laman resmi RRI.

“Kita ingin Indonesia ini tetap satu, tetap merah putih siapapun mereka, yang berkulit hitam, yang berkulit putih, sawo matang, dan sebagainya, satu kesatuan Indonesia. Itu sebenarnya cara-cara yang dilakukan Radio Republik Indonesia, sejak RRI lahir sampai 74 tahun sama usianya dengan Indonesia merdeka ini. Maka itu, saya serukan kepada seluruh karyawan Radio Republik Indonesia untuk tetap mendedikasikan dirinya untuk kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia,”katanya.

Harapan Warga Nabire Di Ulang Tahun RRI ke-74

Di usianya yang ke-74, terselip berbagai ucapan selamat untuk RRI khususnya RRI Nabire, dari para pecintanya di Nabire.

Robi, warga Siriwini Nabire, berharap, di usianya yang semakin matang, RRI Nabire bisa tetap menjadi media pemersatu bangsa, serta tetap mempertahankan hiburan lagu-lagu daerah khususnya dari Papua.

“Dirgahayu RRI ke-74, sekali di udara tetap di udara”, tegas Robi.

Sementara Wendy Eko, warga Karang Mulia Nabire, juga mengapresiasi kehadiran RRI yang mampu menjangkau para pendengarnya di seluruh Indonesia hingga ke daerah-daerah pelosok, untuk menghadirkan informasi terkini serta hiburan.

Wendy berharap di usia yang ke-74 tahun, RRI Nabire selalu bisa menjadi barometer informasi dan hiburan bagi warga Nabire.

Selamat ulang tahun ke-74 Radio Republik Indonesia. Semoga selalu menjadi media pemersatu bangsa. “Sekali Di Udara, Tetap Di Udara”.

[Nabire.Net]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *