News & Info
Home » Blog » Warga Paniai & Deiyai pertanyakan Kelayakan Keanggotaan KPU Deiyai & Paniai

Warga Paniai & Deiyai pertanyakan Kelayakan Keanggotaan KPU Deiyai & Paniai

Warga Kabupaten Deiyai dan Paniai, yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kabupaten Deiyai, Dogiyai, Paniai, dan Nabire, kembali mendatangi Kantor KPU Provinsi Papua untuk mempertanyakan bagaimana kelanjutan seleksi fith and propert test (uji kelayakan dan kepatutan) keanggotaan KPU Deiyai dan Paniai.

Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kabupaten Deiyai, Dogiyai, Paniai, dan Nabire di Jayapura, Raymondus Petege, mengatakan, pada 3 bulan lalu tim seleksi KPU Kabupaten Deiyai dan Paniai telah menyerahkan 10 besar calon anggota KPU Deiyai dan Paniai ke KPU Provinsi Papua, hanya saja hingga kini belum dilakukan fith and propert test.

Padahal sesuai dengan PKU No. 2 Tahun 2013 menandaskan bahwa hanya 25 hari proses untuk uji kelayakan dan kepatutan, ternyata hingga menjelang 3 bulan ini, uji kelayakan dan kepatutan bagi keanggotaan KPU kedua kabupaten dimaksud untuk menghasilkan 5 anggota KPU Deiyai dan Paniai.

“Sebelumnya kami sudah lakukan demo di KPU Papua dan tadi (kemarin) kami juga kembali pertanyakan itu,” ungkapnya di PTC. Entrop, Kamis, (21/11).

Ditegaskannya, pihaknya akan menunggu kepastian jawaban yang telah diberikan KPU Provinsi Papua kepada dirinya dan rakyat Paniai dan Deiyai. Dan diharapkan pada pengumuman keanggotaan KPU pada 16 kabupaten yang tersisa, didalamnya juga harus dilantik 5 anggota KPU Deiyai dan Paniai.

Ditandaskannya, jika permintaan pihaknya tidak dipenuhi, maka pertama, pihaknya akan melakukan pemalangan terhadap Kantor KPU Provinsi Papua. Kedua, pihaknya bekerjasama dengan pelajar dan mahasiswa se-Jawa Bali untuk melakukan demo dan memblokir kegiatan Kantor KPU RI di Jakarta. Ketiga, akan menindaklanjuti tuntutan pihaknya secara hukum, terutama ke DKPP RI.

Ditempat yang sama, Perwakilan Mahasiswa Deiyai dan Paniai, Elius Pekey, meminta kepada KPU Papua untuk serius dalam menetapkan jadwal uji kelayakan 10 besar calon anggota KPU Deiyai dan Paniai.

“Dalam minggu ini jika masalah ini tidak segera diserius, maka kami akan kembali turunkan massa untuk duduki Kantor KPU Papua,” tukasnya.

Sekadar diketahui, pada aksi demo kemarin, Anggota KPU Provinsi Papua tidak berada di tempat, karena sedang melaksanakan tugas kedinasan ke luar Jayapura, salah satunya, menyelesaikan persoalan seleksi Calon Anggota KPU Deiyai dan Paniai.

Sebab sebagaimana pernyataan Ketua KPU Papua, Adam Arisoy, sebelumnya bahwa, dari 10 Calon anggota KPU Deiyai dan Paniai yang diajukan kepada KPU Papua umumnya terlibat partai politik (Parpol), seperti Kabupaten Deiyai, dari 10 calon yang ada 8 calon yang terlibat partai politik (Parpol). Kemudian, KPU Papua kembali melihat 20 calon yang ada, hanya didapatkan 5 orang yang bersih, tentunya ini yang juga menjadi masalah dalam menetapkan 5 komisioner, sebab jelas tidak ada daftar tunggu untuk 5 orang, untuk sewaktu-waktu jika terjadi pergantian antar waktu (PAW).

“Ini kan terjadi persoalan, maka kami harus lihat dengan jeli, supaya kelak tidak bermasalah lagi,” jelasnya.

Untuk itulah, KPU Papua mau mencari kesalahan terjadi dimana, karena pada dasarnya tugas dan kewenangan sudah diberikan kepada Tim Seleksi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dalam menyeleksi komisioner anggota KPU Kabupaten Deiyai dan Paniai.

Dengan demikian, suka atau tidak suka ini kesalahan teknis yang harus diperbaiki, meskipun harus terlambat, karena semuanya itu demi kebaikan bersama dan tidak menyalahi aturan. Maka dari itu, dalam waktu dekat ini pihaknya berangkat ke Deiyai dan Paniai untuk melakukan supervisi terhadap permasalahan tersebut.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.