INFO NABIRE
Home » Blog » Warga Curigai Penyelewengan BBM di SPBU Kimi & SPBU Bukit Meriam Nabire

Warga Curigai Penyelewengan BBM di SPBU Kimi & SPBU Bukit Meriam Nabire

(Mobil yang dicurigai memiliki tangki bensin jumbo di SPBU Kimi/Foto,Marthinus)

Nabire – Kelangkaan BBM jenis Premium di Nabire mendapat sorotan warga Nabire. Diduga kuat salah satu penyebab langkanya Premium akibat dugaan sejumlah SPBU di Nabire yang melakukan praktek penyelewengan pelayanan kepada masyarakat.

Warga Nabire menemukan indikasi tersebut di SPBU Kimi dan SPBU Bukit Meriam. Bahkan warga juga sering menemukan indikasi yang sama di SPBU lainnya di Nabire seperti di SPBU Oyehe.

Seperti disampaikan salah seorang warga Nabire atas nama Asep. Asep mencurigai SPBU Bukit Meriam yang diduga melakukan penyelewengan pelayanan dengan menjual bensin kepada mobil-mobil dengan tanki BBM yang sudah termodifikasi.

(Mobil yang dicurigai memiliki tangki bensin jumbo di SPBU Bukit Meriam/Foto.Asep)

Hal itu didokumentasikan langsung oleh Asep di lokasi SPBU Bukit Meriam, Jumat (07/02). Menurut Asep, mobil tersebut mendapat perlakuan khusus dari petugas SPBU, dan mereka dilayani sendiri dan tidak mengantri.

(Mobil yang dicurigai memiliki tangki bensin jumbo di SPBU Bukit Meriam/Foto.Asep)

Akibatnya, banyak mobil lain yang tidak kebagian premium akibat praktek penyelewengan tersebut. Hal yang sama juga sering ditemui Asep di SPBU Oyehe Nabire.

(Mobil yang dicurigai memiliki tangki bensin jumbo di SPBU Bukit Meriam/Foto.Asep)

“Di SPBU Oyehe pun begitu, ada beberapa mobil yang mengisi premium, diluar batas kewajaran, dan petugas SPBU hanya seperti tutup mata”, keluh Asep.

Hal yang sama juga dikeluhkan warga Nabire lainnya, Marthinus Taa, kepada Nabire.Net. Dikatakan Marthinus, saat ia mengantri bensin di SPBU Kimi, ada beberapa motor yang sama yang ia lihat sering bolak-balik mengisi BBM.

Bahkan menurut Marthinus, mobil yang mengantri di depannya memiliki mobil tanki super jumbo, serta ada beberapa mobil lain yang standby.

“Saya tunggu sekitar 1 jam disini padahal di depan saya hanya ada 4 mobil. Ternyata motor-motor yang sama bolak-balik 10 kali. Mobil di depan ini punya tangki super jumbo dan mobil lain standby di depan halaman dan tarik. Saya tegur keras tapi pelayan ini tidak bergeming, pelayanan publik yang dihambat seolah tidak ada standar pelayanan dan etikanya”, tegas Marthinus.

Lanjut Marthinus, jika Pertamina tidak memperhatikan hal ini maka jangan harap persoalan seperti ini akan terselesaikan dan bagaimana negara ini mau maju dengan situasi seperti itu.

[Nabire.Net]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.