INFO PAPUA SELATAN
Home » Blog » Wamendagri Ribka Haluk Minta TNI-Polri Jamin Keamanan 11 Bandara Perintis Papua yang Ditutup Pascapenembakan Pilot

Wamendagri Ribka Haluk Minta TNI-Polri Jamin Keamanan 11 Bandara Perintis Papua yang Ditutup Pascapenembakan Pilot

Jakarta, 20 Februari 2026 – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meminta pemerintah daerah bersama aparat TNI-Polri segera menjamin keamanan 11 bandara perintis di wilayah Papua yang ditutup sementara pascapenembakan yang menewaskan dua pilot di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

Penutupan sementara bandara perintis tersebut diumumkan pemerintah pusat sebagai langkah preventif guna memastikan keselamatan penerbangan serta keamanan operasional bandara di wilayah yang rawan gangguan keamanan.

Ribka Haluk menegaskan percepatan pergeseran aparat keamanan menjadi langkah utama agar aktivitas penerbangan dapat segera kembali normal.

“Kementerian Perhubungan juga sudah menyurat kepada TNI-Polri selaku aparat keamanan,” ujar Ribka Haluk.

Ia menekankan, pembukaan kembali bandara hanya dapat dilakukan apabila jaminan keamanan telah terpenuhi sepenuhnya.

Selain aparat keamanan, Ribka meminta pemerintah daerah, baik gubernur maupun para bupati di wilayah terdampak, segera melakukan koordinasi intensif agar layanan penerbangan sebagai bagian dari pelayanan masyarakat kembali berjalan.

“Pelayanan kemasyarakatan harus kembali berjalan, terutama hingga ke daerah pelosok,” katanya.

Sebagai Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Ribka juga berharap Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dapat menginstruksikan jajarannya, termasuk Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan dan para Pangdam, untuk memperkuat pengamanan bandara.

Ia turut meminta perhatian serius dari Kapolri dan para Kapolda agar keamanan fasilitas penerbangan di Papua dapat segera dipulihkan.

“Sebab, kalau tidak ada jaminan keamanan di bandara, maka Kementerian Perhubungan juga tidak dapat menjamin penerbangan dapat dilakukan,” tegasnya.

Ribka menambahkan, para gubernur, bupati, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di wilayah terkait harus segera duduk bersama aparat keamanan guna memastikan pengamanan bandara sehingga pelayanan penerbangan bagi masyarakat dapat kembali beroperasi normal.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.