INFO PAPUA INFO PAPUA PEGUNUNGAN
Home » Blog » TPNPB Klaim Bunuh 9 Orang dan Rampas 9 Pucuk Senjata Dalam Kontak Tembak di Nduga Papua

TPNPB Klaim Bunuh 9 Orang dan Rampas 9 Pucuk Senjata Dalam Kontak Tembak di Nduga Papua

TPNPB Klaim Bunuh 9 Orang dan Rampas 9 Pucuk Senjata Dalam Kontak Tembak di Nduga Papua
(TPNPB Klaim Bunuh 9 Orang dan Rampas 9 Pucuk Senjata Dalam Kontak Tembak di Nduga Papua)

Nabire, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, mengklaim, Panglima TPNPB-OPM dan pasukannya telah membunuh 9 orang dan bukan 6 orang, serta 9 pucuk senjata sudah pindah tangan ke TPNPB.

Hal itu disampaikan Sebby Sambom dalam rilis persnya yang diterima Nabire.Net, Minggu (16/04/2023).

Dikatakan Sebby Sambom, pihaknya dari Pengendali Manajemen Markas Pusat mengumumkan berita tentang 6 anggota yang ditembak di Distrik Yal, kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, oleh TPNPB-OPM Pimpinan Egianus Kogoya dan pasukannya.

“Dilaporkan pukul 10.40 WIT, kami terima laporan awal konfirmasi dimana tim komnas TPNPB melaporkan bahwa Panglima Egianus Kogoya dan pasukannya telah membunuh 9 orang dan bukan 6 orang, dan 9 pucuk senjata sudah pindah tangan ke TPNPB”, kata Sebby Sambom.

Lanjut kata Sebby Sambom, Panglima Kodap 3 Ndugama sampaikan bahwa pihaknya telah meminta pemerintah Selandia Baru untuk membebaskan sanderanya melalui negosiasi damai.

“Kami tegaskan Presiden Jokowi dan kabinet tidak bisa alergi untuk duduk di meja perundingan dengan kami daripada pasukan anda banyak mati. Kita belum buka perang semua wilayah, seandainya suku masing-masing buka perang, maka orang Papua itu tidak takut dengan pasukan TNI-Polri.

Sebby Sambom menegaskan, “jadi klarifikasi dari Panglima dan pasukannya yang kami terima pagi ini bahwa 9 pucuk senjata sudah pindah tangan itu artinya 9 orang sudah dibunuh oleh pasukan TPNPB dan senjata sudah di tangan, dan masih perang dari hari Sabtu dan Minggu.”

Sementara itu, dilansir Nabire.Net dari tvonenews.com, sebanyak enam orang anggota TNI yang tergabung dalam Tim Gabungan Satgas Yonif R 321/GT dan Kopassus dilaporkan tewas dalam kontak tembak dengan Kelompok Separatis dan Teroris Papua (KSTP) Sabtu (15/4/2023).

Peristiwa penyerangan itu terjadi pada pukul 16.30 WIT. “Terjadi penyerangan Tim Badak 1, Badak 3, Candraca 2, dan Candraca 11 Pos Mugi dengan KSTP. Diserang saat pembersihan daerah di wilayah Mugi-Mam Kompleks,” tulis keterangan yang kami terima di Jakarta, Sabtu (15/4/2023). Total ada 36 orang personel yang diduga menjadi korban penyerangan yang dilakukan kelompok teroris Papua. Rinciannya 20 orang merupakan anggota YR 321/GT dan 16 orang anggota Kopassus. “9 orang diduga tertangkap KSTP, 6 orang meninggal dunia dan 21 orang lagi belum diketahui keberadaannya,” katanya.

Akibat penyerangan itu Tim Gabungan terpencar hingga berusaha menyelamatkan diri menuju ketinggian Cakra 1. Hingga saat ini Tim Gabungan belum bisa dihubungi karena komunikasi terputus.

“Informasi 9 orang yang ditawan oleh KSTP didapatkan dari HT Channel KSTP di Pos Mugi,” katanya. “Ini 9 orang temenmu mau diambil atau tidak?” bunyi pengeras suara HT yang terhubung dengan KSTP. Lebih lanjut informasi yang kami dapat hingga saat ini proses evakuasi belum bisa dilakukan dikarenakan cuaca hujan dan kabut. “Pukul 19.00 WIT rencana akan dilaksanakan TFG oleh ada kolak operet 172, Dansatgas 321 dan Satgas gabungan Kopassus dalam rangka evakuasi dan pengiriman bantuan pasukan,” tuturnya.


[Nabire.Net]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

  • Ahmad
    17 April, 2023 00:05 pada 00:05

    Semoga saudaraku gugur sebagai syuhada pembela bangsa dan negara,buat yang mau terjun kemedan tempur waspada,sigap dan jaga fisik karena saudara kita yang mau minta merdeka lebih menguasai Medan pertempuran yang bergunung2 dan hutan belantara.Semangat saudaraku,darahmu suci untuk negeri ini yang hampir tenggelam dilautan yang dalam.

  • Elita
    16 April, 2023 22:39 pada 22:39

    Saat ini Aturan kewenangan tni gak jelas sehingga tni itu dimedan tempur cuma jadi umpan tembak dan dimasarakat jadi hinaan preman politik. Blas gak diberi wibawa sama pemerintahnya sendiri. Bagemana mau bertindak.tiap bertindak tegas dianggap salah. Kena tembak mati juga masih salah. Kasihan mereka nasibnya gak ada yg bela. Yg diparlemen sana lebih baik bela preman pasar daripada tni. Karena tni gak akan beri pengaruh sama kursi parlemen.

  • Oktiv
    16 April, 2023 22:20 pada 22:20

    Hmmm gemas dengarnya…..

  • Asis.s
    16 April, 2023 21:07 pada 21:07

    Hhh katanya TNI hebat tapi baru kendala cuaca sudah kelabakan. Apa gak masuk taktik dan strategi menghadapi kendala cuaca di lapangan.Mulutmu harimaumu huuu

  • Satyo Handoyo
    16 April, 2023 20:54 pada 20:54

    Masak pasukan terlatih apalagi kopasus, kok kalah sama pasukan koteka?… Hadew… Mana alutsista kalian?… Pakai drone kalau mau menang, masak gitu aja susah sih?… Mana nih otak otak pintar militer?… Kok diem saja?… Geram saya liatnya… Lemah kali tentara indonesia nih…

  • Pak Cahyo
    16 April, 2023 16:09 pada 16:09

    Inilah Saatnya ABRI Ambil Keputusan Untuk Menumpas Habis Gerombolan Separatis… Musuh Negara Harus Segera Di Tumpas..

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.