Talkshow Setahun Kepemimpinan, Meki Nawipa: Jabatan akan Berakhir, Jejak Kepemimpinan Abadi
Nabire, 20 Februari – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa jabatan hanyalah titipan yang suatu saat akan berakhir. Hal itu disampaikannya dalam talkshow satu tahun kepemimpinan bersama Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, di Nabire.
Dalam kesempatan tersebut, Meki Nawipa menekankan bahwa kepemimpinan bukan sekadar soal jabatan, tetapi tentang bagaimana program pemerintah mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Hidup hanya sekali. Jabatan akan saling berganti seiring berjalannya waktu, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita berpikir agar program bisa menyentuh langsung kepada masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta talkshow.
Ia berharap berbagai program yang telah dirancang dapat terus dilanjutkan oleh pemimpin berikutnya, karena keberlanjutan pembangunan dinilai jauh lebih penting dibandingkan siapa yang menduduki kursi kepemimpinan.
“Program yang telah kita buat, saya berharap agar program ini terus dijalankan. Cukup kita saja yang susah,” katanya.
Sebagai anak seorang guru, Meki mengaku memahami perjuangan hidup masyarakat kecil. Ia menyebut kesempatan memimpin Papua Tengah sebagai anugerah Tuhan yang harus dimanfaatkan untuk memberi perubahan nyata bagi rakyat.
“Saya benar-benar merasakan bagaimana susahnya perjuangan hidup ini. Kesempatan yang Tuhan berikan hari ini harus kita gunakan dengan baik,” ungkapnya.
Menurut Meki, dirinya bersama Wakil Gubernur Deinas Geley suatu saat akan mengakhiri masa jabatan. Namun, apa yang ditanam melalui kebijakan dan program pembangunan akan menjadi jejak yang dikenang masyarakat.
“Saya dan Deinas akan berakhir. Apa yang kita tanam dan berikan akan menjadi saksi jika kita telah menjadi masyarakat biasa,” tuturnya.
Dalam talkshow tersebut, Meki juga menegaskan pentingnya sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Ia meyakini pendidikan yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan sekolah yang baik akan meng-cover kesehatan yang bagus,” jelasnya.
Meski masa kepemimpinan belum genap satu tahun, Pemerintah Provinsi Papua Tengah disebut terus memaksimalkan program prioritas pendidikan. Sekitar 2.000 anak telah merasakan manfaat sekolah berasrama, sementara kurang lebih 26.000 siswa menerima program beasiswa gratis.
“Ini bukan soal siapa yang menjadi gubernur, tetapi bagaimana kita meletakkan fondasi yang kuat untuk anak cucu ke depan,” tegas Meki Nawipa.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]


Leave a Reply