Sosialisasi Ecobrick & Bank Sampah Di SMK Kristen Anak Panah Nabire

Nabire – Ecobrick adalah salah satu metode untuk meminimalisir sampah dengan media botol plastik yang diisi penuh dengan sampah yang tak dapat diurai atau membutuhkan waktu lama untuk terurai, hingga benar-benar keras dan padat. Tujuan dari ecobrick untuk mengurangi sampah berbahan dasar plastik, serta mendaur ulangnya dengan media botol plastik untuk dijadikan sesuatu yang berguna.
Hal inilah yang ingin diketahui anak-anak SMK Kristen Anak Panah Nabire, melalui Sosialisasi Ecobrick yang dilaksanakan oleh pihak SMK dengan Amoye Community, bertempat di SMK Kristen Anak Panah Nabire, Jumat (11/10).
Hadir dalam kegiatan ini, Pimpinan Amoye, Bentot, didamping Tim, serta Yanto Rumsauri S.Sos dari Bank Sampah Kesra Nabire.
Kegiatan lebih dulu diawali doa oleh Guru Christian Wawoh, dilanjutkan pengantar oleh Koordinator Amoye, Neni. Dalam pengantarnya, Neni memperkenalkan istilah Lihat Sampah Angkat Dan Buang (LISA) sebagai moto gerakan bebas sampah.
Ia juga mengajak semua peserta untuk peduli dengan lingkungan dengan memiliki kesadaran akan bahaya dari sampah plastik.
Sementara materi dibawakan oleh Bentot yang menjelaskan tentang sampah plastik beserta dampaknya bagi lingkungan dan masyarakat.
“Sampah plastik menjadi horor bagi kita semua. Sampah plastik bila tidak dikelola dengan baik akan merusak ekosistem yang ada dan dapat menyebabkan kesusakan lingkungan seperti pencemaran laut” , demikian disampaikan pak Bentot. Beliau juga menambahkan adanya ikan hiu paus yang beberapa waktu lalu mati disekitar pantai wilayah Nabire. Kita harus bergerak dengan mulai membatasi penggunaan sampah plastik bila tidak maka kita akan hidup diatas sampah”, katanya.
Dalam materi ini juga disampaikan pemanfaatan sampah melalui Reduce, Reuse dan Recycle. Anak SMK Kristen Anak Panah juga ditantang untuk membuat ecobrick 1 orang 1 hari atau seminggu dua buah untuk bisa membuat produk kreatif seperti sofa, honai dan gapura sekolah ataupun kreatifitas lain hasil olahan sampah plastik.
“Kami siap untuk membuat mengelola sampah plastik menjadi produl ecobrick”, tegas Agus Gobay selalu ketua OSIS SMK.
Materi berikutnya disampaikan oleh bapak Yanto Rumsauri yang mewakii komunitas Kesra Papua. Ia memaparkan tentang pengertian Bank Sampah dan program yang akan dikerjakan untuk mengelola sampah di Nabire
Rumsauri mengajak peserta untuk mengingat kembali julukan kota Nabire yaitu Nabire BERSERI, Bersih, Sehat, Rapi dan Indah, dan memotivasi siswa untuk terlibat dalam komunitas peduli sampah.
Melalui bank sampah nantinya sampah di kota Nabire dapat dikelola dengan baik dan dapat memberikan kontribusi positif bagi kota Nabire dan warganya. Dasar uu 18. 2018 tentang Pengelolaan Sampah menjadi acuan bagi komunitas Kesra dalam pengelolaan sampah di Indonesia.
Acara dilanjutkan dengan sesi praktik bagi siswa SMK Kristen Anak Panah untuk membuat Ecobrick yang dipandu langsung oleh kaka Bentot dan kaka Dorus. Kegiatan dibagi dalam 5 kelompok. Masing-masing kelompok bergiat untuk bisa menghasilkan 1 botol ecobrick dalam waktu yang terbatas.
Dua kelompok terbaik akhirnya tampil sebagai pemenang dan mendapatkan cinderamata berupa tas ramah lingkungan untuk dipakai sehari hari.
[Nabire.Net/Christian.Wawoh]
Tinggalkan Komentar