SMA Kristen Anak Panah Nabire Gelar Open House 2018
(Foto.Astrid.L)
Mengusung tema “Modernisasi Bukan Westernisasi, Kami Bangga Menjadi Anak Papua”, SMA Kristen Anak Panah Nabire, menggelar kegiatan Open House 2018, sabtu 17 Februari 2018.
Acara Open House ini bertujuan untuk membuka dan mempersilakan kepada mereka yang ingin melihat keberadaan sekolah SMA Kristen Anak Panah Nabire kepada warga masyarakat.
Demikia penuturan Kepala Sekolah SMA Kristen Anak Panaha Nabire, Refly Umpel SS M.Pd, kepada Nabire.Net, minggu 18 Februaru 2018.
Dikatakan Refly, acara Open House ini digelar berdasarkan ide dari guru dan siswa yang telah direncanakan sebelumnya. Selanjutnya kegiatan ini diorganisir oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, dibantu oleh pengurus dan Pembina OSIS serta melibatkan siswa kls X-XI dengan guru-guru yang hebat. Untuk kelas XII hanya sebagai partisipan dalam acara teresebut karena kelas XII merupakan kelas persiapan UNBK ujar kepala Sekolah.
Dalam acara tersebut pihak sekolah turut mengundang stake holder untuk melihat langsung keberadaan dan kegiatan sekolah. Acara Open House dimulai pukul 08.30 pagi sampai selesai, diisi dengan lomba akdemik dan etalase stand pembelajaran setiap mata pelajaran menyerupai pameran, tempatnya terbuat dari daun pohon sagu. Nuansanya dibuat bagaikan perkampungan sebagai representasi bahwa inilah rumah kami tapi kami tetap menjalani kehidupan modernisasi. Acara ini juga menggunakan 2 bahasa, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.
Acara diawali doa kemudian sambutan-sambutan oleh perwakilan Yayasan Pesat diwakili Koordinator Bidang Pendidikan, Drs. Joutje Nangaro.
Dalam sambutan akademisnya, Drs. Joutje Nangaro mengatakan bahwa acara tersebut baru pertama kali dibuat oleh SMA Kristen Anak Panah untuk mengembangkan daya kompetensi sekolah untuk diperkenalkan pada siswa-siswi SMP se-Nabire dan masyarakat untuk melihat mutu pendidikan yang dilakukan oleh pihak SMA Kristen Anak Panah.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Kristen Anak Panah, Refly Umpel dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas dukungan para siswa dan guru yang luar biasa sehingga acara ini bisa terselenggara dengan baik.
Selain itu, Refly Umpel juga menginformasikan keberadaan sekolah dan proses belajar mengajar sebagai tawaran sekolah terbuka kepada siapa saja ingin bersekolah, dididk dengan nilai-nilai agama berbasis iman dan karakter. Pengetahuan dan pemahaman teknologi dikembangan sedimikian rupa serta kemampuan berbahasa asing dijadikan kemampuan siswa dan tetap melestarikan bahasa daerah juga tertutama bahasa Indonesia sebagai pengantar pembelajaran di kelas.
Acara Open House SMA Kristen Anak Panah melombahkan Mading (Majalah Dinding), Story Telling, Stand UP Commedy se-SMP Kabupaten Nabire. Pemenang lomba diumumkan pada hari itu juga dan setiap pemenang juara satu, dua, tiga diberikan trophy, medali, dan uang akademis.
Acara juga dirangkai dengan rap, dancer, dan penampilan SMAKAP Band. Kemudian dilanjutkan promosi sekolah lewat etalase stand pembelajaran dan PSB untuk jalur prestasi serta jalur tes potensial akademik.
“SMA Kristen Anak Panah Nabire memiliki siswa yang cukup banyak dan hampir 75 % putra-putri daerah baik dari kota kabupaten, pedalaman maupun pesisir pantai. Persoalan yang dihadapi SMA Krsiten Anak Panah adalah sarana gedung harus terpisah sendiri dengan SMP segedung  melihat jumlah, karena kapasitas siswa mulai bertambah banyak serta masalah perkembangan psikologi khusus pembelajaran peserta didik,” tandas Kepala Sekolah SMA Kristen Anak Panah, Refly Umpel.
[Nabire.Net]
Tinggalkan Komentar