Pelatihan Sistem Informasi Orang Papua (SIO PAPUA) di Nabire

Nabire, Berlokasi di Hotel JDF telah terlaksana Pelatihan Sistem Informasi Orang Papua (SIO PAPUA) kegiatan ini berlangsung selama 3 hari terhitung dari, hari Selasa Tanggal (3-5/10/2023).
Alur Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 09.00 – sampai selesai dan rangkaian kegiatannya ialah, berdoa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, laporan panitia, sambutan kepala Dinas Kominfo, sambutan Bupati, pemberian tanda pengenal yang mewakili, menyanyikan lagu Tanah Papua, dan dilanjut dengan pembahasan inti dengan tema yang sudah berlangsung sampai dengan selesai.
Adapun Sambutan Dari Bupati Nabire, Mesak Magai S.Sos. M.Si , terkait kegiatan pelatihan SIO Papua. Syalom, assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh, Om suastiastu, namo buddhaya dan selamat pagi menjelang siang bagi kita sekalian, yang saya hormati kepala dinas Infokom kabupaten Nabire beserta sekretaris dan tamu kita dari Provinsi Papua induk,dan yang saya hormati kepala-kepala Distrik, Kepala-kepala kampung dan peserta pelatihan SIO Papua yang saya hormati, Pertama-tama kita selaku umat yang percaya kepada Tuhan saya ajak untuk menaikkan puji dan syukur kita ke hadirat Tuhan yang mahakuasa, karena kasih dan penyertaan Tuhan lah yang membuat sehingga kita bisa berkumpul bersama-sama ditempat ini, dalam rangka mengikuti pelatihan SIO Papua di Kabupaten Nabire.
Hadirin semua yang saya hormati, sebetulnya harapan pemerintah daerah, peran daripada kepala distrik dan kepala kampung, sangat menentukan karena ujung tombak dari pada pemerintah ini kampung dan Distrik, Saya minta supaya kepala-kepala distrik peran itu gunakan sebagai kapasitas kepala Distrik. Di distrik saya ini tenaga medis berapa? guru berapa? Apalagi ini peran penting untuk pengawasan pengeluaran dana kampung.
Maka itu saya harap supaya peran kepala-kepala distrik ini sangat menentukan, karena peran dari kita semua ini belum berjalan dengan baik. Sekarang saya mau bicara bagi kita sekalian bahwa hari ini kenapa saya konsentrasi penuh untuk saya buka gereja di kilo 86, Karena semua pelayanan pendidikan, kesehatan tidak akan sampai kampung maka bagaimana upaya untuk orang agar saya turun kan di pinggir jalan, itu yang sedang saya berfikir sehingga pelayanan pemerintah itu benar-benar terwujud.
Dan mereka juga sebagai pelaku ekonomi, dan lain-lain semuanya harus turun bekerja, maka itu pemerintahan ini kita upaya untuk pelayanan itu secara maksimal, Konsentrasi masyarakat kita ini kan kita sudah semua, sehingga peran kita ini supaya hidup kita berkarya untuk yang baik, maka itu saya minta supaya kita bina dan dorong masyarakat kita ini, jangan jadi penonton, jangan sampai kita terlena dengan kelalaian kita lebih baik kita ini menjadi jawaban untuk orang lain.
Saya percaya bahwa kepala-kepala distrik yang kita tetapkan ini bisa dapat bertanggung jawab atas semua problem yang akan terjadi,maka itu ini data-data print seperti ini sangat menentukan kita jangan kalah dengan data kita, hari ini saya mau sampaikan kepada kita sekalian bahwa untuk kabupaten Nabire dana Itu sebesar 700 miliar itu kan gaji pegawai, dan semuanya tetapi kalau untuk naik lapandao atau tidak justru data ini yang menentukan.
Nanti hasil daripada evaluasi distrik dan kampung akan dilakukan oleh wakil Bupati, asisten 1 sementara di saya, setelah itu kebijakan kami terhadap evaluasi Itu kami akan panggil kepala-kepala distrik untuk kita cari solusi bagaimana untuk pelayanan ini jalan, data pas yang kita harus tau, dan masyarakat kita yang belum mempunyai KTP ini juga harus kita membantu.
Dengan dipukulnya Tifa maka kegiatan telah resmi dibuka Oleh Bupati Nabire Mesak Magai S.Sos. M.Si
Ketika di tanyakan oleh wartawan terkait pelaksanaan SIO Papua atau sistem informasi orang Papua ini bertujuan, Davidson Manuaron, S.H selaku Sekretaris Dinas Kominfo Nabire menjelaskan bahwa yang pertama adalah melakukan sistem pendataan yang sangat baik, karena dengan proses pendataan ini merupakan sebuah alat atau sarana program pendekatan pelayanan terpadu, terarah, tersistematis,Dari pemerintahan daerah, ataupun provinsi dan pusat langsung tersentuh kepada masyarakat yang jauh di pedesaan, pelosok yang sulit di jangkau dengan kendaraan di darat maupun di laut.
Dengan adanya program pendataan SIO Papua disini adalah salah satu manajemen metode yang terarah dan terbaik sehingga pihak pemerintah daerah yang saat ini ada di pusat pemerintahan dia bisa melakukan pelayanan terpadu, bagaimana dia mengenal masyarakatnya, kebutuhannya, dan kerinduan nya di hati masyarakat dalam pelayanan secara terarah dan tegas dari pihak pemerintah daerah, jadi ini adalah bentuk program bagaimana kami menggali kekuatan sumber manusia yang ada di setiap kampung, Nah disinilah dia melahirkan para kader-kader, yang mana dari kader-kader ini bisa menjadi perpanjangan informasi, pengambilan inputan masyarakat kepada pemerintah melalui kader yang kita siapkan dalam bentuk pelatihan hari ini.
Program akses sistem informasi orang asli Papua ini dia secara keseluruhan, dia sudah sangat bisa diakses secara mengglobal. Dalam sistem pemerintahan karena dengan program yang setelah di luncurkan dari tahun-tahun sebelumnya inikan jelas bahwa keberpihakan kepada pihak pemerintah secara langsung kepada orang asli Papua, karena menurut pandangan bahwa selama ini dengan berjalannya otonomi khusus, hanya otonomi toh yang di rasakan masyarakat, khususnya tidak ada, nah khususnya itu bernilai kepada berpihakan orang asli Papua,di atas negeri nya sendiri, sehingga bagaimana orang menjadi tuan di negeri nya sendiri, menjadi pemimpin di negeri nya sendiri, ini melalui suatu program pendataan yang angkutabel, yang falid, yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan, Sehingga disitu jelas, nyawa semangat daripada sistem informasi orang Papua ini adalah bagaimana dia hadir menjadi jawaban untuk masyarakat yang saat ini sementara mengharapkan jawaban yang tidak pasti.
Yah sudah barang tentu harapan tujuan daripada sebuah program adalah bagaimana mendekatkan jawaban kepada sejuta pertanyaan dan sejuta air mata yang selama ini merasa dikecilkan, di anak tiri kan dalam pelayanan pemerintah, itu menjadi sebuah catatan yang terhapus sehingga, nilai yang disebut dengan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia secara khusus dalam tanda “orang asli Papua” bisa merasakan makna dan manfaat sebagai anak asli di atas negerinya sendiri , sehingga tidak terkesan dia hanya sebagai pembantu,atau pesuruh diatas negerinya. Dan ibarat simpel yang sering kita katakan Tidak layak tikus mati dalam lumbung padi, jangan sampai orang Papua menjadi budak diatas negerinya sendiri, dengan harapan tujuan kedepan bagaimana Kita menghilangkan image ketidak adilan, keberpihakan,dan selalu membuat kita menjadi suatu bangsa yang pesimistis, tetapi dengan adanya program SIO Papua yang tadinya pesimistis kita ubah menjadi optimis bahwa saya pasti bisa menjadi yang baik diantara yang terbaik.
[Nabire.Net/Noni Matatar/Sitti Hawa]










Leave a Reply