Sejumlah Kepala Sekolah & Perwakilan Guru Honorer Gelar Pertemuan Dengan Anggota DPRD Nabire
Ketua DPRD Nabire, Marthen Douw, didampingi sejumlah anggota DPRD kabupaten Nabire, jumat pagi (20/01) menggelar pertemuan dengan sejumlah Kepala Sekolah dan perwakilan guru honorer yang ada di kabupaten Nabire, guna membahas nasib para guru honorer, di Kantor DPRD Kalibobo Nabire.
Adapun anggota DPRD yang hadir keseluruhan sebanyak 15 orang, sedangkan para Kepala Sekolah dan perwakilan guru honorer yang hadir keseluruhan sebanyak 50 orang, dari berbagai SD, SMP, SMA dan SMK yang ada di Nabire.
Dalam pertemuan tersebut, para Kepala Sekolah dan perwakilan guru honorer mengajukan 4 poin aspirasi kepada DPRD kabupaten Nabire, berkaitan dengan nasib para guru honorer.
Keempat poin tersebut yaitu :
1. Meminta pemerintah kabupaten Nabire untuk mengakui para guru honorer melalui penerbitan SK Honor bagi para guru honorer yang yang mengabdi di kabupaten Nabire.
2. Meminta DPRD Nabire untuk mengkoordinasikan dan mengevaluasikan upah guru honorer di Nabire, yang dinilai belum layak sesuai UMR Nabire.
3. Meminta DPRD Nabire untuk mengkaji ulang kegiatan pemerintah kabupaten Nabire, khususunya Dinas Pendidikan terkait program guru kontrak atau SM3T.
4. Meminta DPRD Nabire untuk berkoordinas dengan pemerintah Nabire, tentang sistematik pengangkatan guru honorer dan wajib memvalidasi data peserta CPNS jalur K2, kepada pihak AGHI, dan memprioritaskan guru-guru honorer di kabupaten Nabire.
[Nabire.Net/Senkey.Stenly]
amos munda' tikupasang
NASIB HONORER
Oleh: amos munda’ tikupasang
Awalnya kupikir bumi ini luas
Takkan terarungi oleh kaum penjelajah
Awalnya kupikir tanahku hanya sebagian kecil dari yang kupikirkan
Namun ternyata tidak….
Bumi ini kecil, malah lebih kecil dari yang kupikirkan
Bumi ini hanya sebatas genggaman PENGUASA Negeri
Yang bisa diobrak-abrik tatkala ego jadi tuan
Dari bayang-bayang menjadi realita
Mereka berlari dalam kegelapan namun tak tersandung
Sementara KAMI tertatih dalam terang namun tak tentu arah.
Bertahun-tahun kulalui hari-hari itu dengan harapan
Mendaba satu impian kelak bisa jadi kenyataan
Mengubah status pekerjaan
Agar bisa mendapat pengakuan
Empat tahun sudah kuabdikan jiwa dan ragaku
Bekerja tak mengenal status
Semua kuselesaikan tanpa mengharap puja
Agar para tuan membuka mata
Agar para tuan tahu pentingnya tenaga HONOR
Agar para tuan tahu membuka jalan bagi kami yang tersisihkan
Awalnya kupikir statusku hanya sementara
Awalnya kupikir identitasku turut diperhitungkan
Yang tak lama menjadi kenyataan tercatat dalam sejarah daerahku
Namun semuanya hanya hampa…
Para penguasa lelap dalam tidurnya
Tak ada ayam berkokok menghiasi pagi
Tak ada air penghapus lelap semalam
Semua beku tak berkedok
Seakan semua baik adanya
Diiringi kokok ayam, kami HONORER bangkit
Membangunkan para pemamngku jabatan
Menyuarakan keluh-kesah yang telah usang
Membawa sejuta nisan dalam satu harapan
Berikanlah KAMI status yang jelas
Memang bukan kami yang pertama
Namun berharap kami yang tetakhir
Menjadi abdi tak diperhitungkan
Memulai dan mengakhiri dengan status HONOR
Wahai PGRI berikanlah kami lentera
Kami terluntah-luntah dalam kegelapan
Jasa dan bakti kami tak diakui bapak DINAS
HONOR tak dibutuhkan…..itu katanya
Negeri ini haus pendidikan
Kami bekerja untuk negara
Namun wahai para PENGUASA….
Cukupkah 300 ribu untuk anak-isteri kami???
Akankah sesuap nasi dituda hari esok??
Tidak kah engkau kasihan jika kami diusir ibu kos karna menunggak??
Di mana nuranimu…….?
Lihat….
lihat anak-anak kami kurus tak bergisi
Sekolah tak mereka rasakan
Mengapa matamu selalu tertutup?
Wahai bapak PGRI tuntunlah kami
Selamatkan anak-cucu kami
Sampaikanlah kepada kami apa kata bapak DINAS……..