INFO NABIRE
Home » Blog » Sebanyak 82 Peserta Siap Mengikuti Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Tingkat Kabupaten Nabire Tahun 2023

Sebanyak 82 Peserta Siap Mengikuti Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Tingkat Kabupaten Nabire Tahun 2023

Sebanyak 82 Peserta Siap Mengikuti Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) Tingkat Kabupaten Nabire Tahun 2023
(Sebanyak 82 Peserta Siap Mengikuti Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Tingkat Kabupaten Nabire Tahun 2023)

Nabire, Kabupaten Nabire melakukan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) XXVII Tahun 2023 di Masjid Al Hidayah, Girimulyo. Antusias dari peserta dan beberapa tokoh penting pun turut hadir dalam Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ini. Kegiatan ini juga hanya terjadi dalam kurun waktu 2 tahun sekali, jadi semangat dari peserta pun untuk mengikuti acara ini benar-benar luar biasa.

Peserta maupun warga yang hadir dalam acara ini cukup banyak, dikarenakan STQ ini sifatnya umum, siapapun bisa ikut dalam seleksinya. Kegiatan ini juga bisa mempererat kebersamaan dalam kemajuan Penghafal Qur’an (Hafiz) atau Pembaca Qur’an (Qori), dan membuat peserta yang ikut akan lebih semangat lagi.

Nuryadi selaku Ketua Panitia menjelaskan soal persiapan yang dilakukan untuk STQ ini. “Untuk persiapannya Tentu kita yang pertama adalah melaksanakan Juknis dari LPTQ tingkat Provinsi Papua, di mana di situ melalui tahapan sosialisasi ke TPA-TPA, sehingga dari TPA ini akan dijaring santri santri yang akan mengikuti lomba untuk ke tingkat STQ dan Kabupaten ini, itu persiapan secara formal. Adapun yang lain kita juga memberikan brosur atau surat edaran juga ke, TPA-TPA yang terkadang tidak terjangkau atau katakanlah TPA yang berada di pinggiran atau di luar kota nabire di distrik-distrik ya itu sehingga kami berharap untuk ikut berpartisipasi dalam rangka ikut kegiatan STQ tahun ini”.

Kegiatan ini juga diharapkan memunculkan generasi-generasi penerus yang bisa membanggakan kota Nabire. Tidak mudah untuk menjadi Penghafal Qur’an (Hafiz) atau Pembaca Qur’an (Qori), karna dibutuhkan konsentrasi dan belajar yang rajin agar bacaannya tidak salah dikarenakan untuk membacara Qur’an kita harus melihat tanda bacanya sendiri.

Adapun 2 cabang yang diikuti atau dilombakan yaitu cabang Tilawah kategori anak-anak dan dewasa,  cabang hifzil atau hafalan Al Quran.

Terkait dengan berapa total dan rincian pesertanya, Ketua Pelaksana Nuryadi menerangkan untuk yang cabang hifzil atau hafalan Alquran, “1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz dan 30 juz. Adapun secara rinci yaitu tilawah anak putra itu ada 7 orang tilawah, anak putri ada 18 orang tilawah, dewasa putra ada 9 orang tilawah, dewasa putri ada 3 orang, hifzil 1 juz putra 22 orang, hifzil satu juz putri 14 orang, hifzil 5 juz putra 1 orang, hifzil 5 jus putri 5 orang, hifzil 10 Juz putra 2 orang, hifzil 10 juz putri 1 orang.

Jumlah total peserta yaitu 82 orang. Untuk kategori 20 juz dan 30 juz ini tidak ada di Kabupaten Nabire atau mungkin ada tapi tidak ada yang mendaftar.

“Ada beberapa kendala yang dialami dalam kegiatan STQ ini terutama pembinaan di TPQ, karena tidak semua TPQ TPA ini mempunyai guru tilawah sehingga dengan demikian, perlu mengadopsi atau mungkin mencari bibit-bibit unggul dari seleksi ini sehingga bisa menularkan ilmu ilmu yang mereka dapat untuk TPQ yang kiranya mungkin belum ada guru gurunya jadi bisa menjadi tutor atau pelatih sejawat atau sebaya sehingga diharapkan mungkin di tahun-tahun yang akan datang bisa lebih banyak lagi peserta yang mendaftar dan mengikuti kegiatan seperti ini” ucap Nuryadi selaku Ketua Panitia.

Kegiatan ini pun diwarnai dengan peserta yang cukup bersemangat untuk mengikuti kegiatannya, “Antusias untuk peserta sebenarnya cukup besar, cukup banyak, cukup antusias karena ya itu tadi karena event ini kan 2 tahun sekali. Nah sehingga hal ini memberikan dampak yang positif sekali untuk pembinaan ke depannya”, ucap Nuryadi.

Adapun pejabat yang hadir dalam kegiatan STQ ini yaitu Asisten I Setda Nabire, La Halim, S.Sos mewakili Bupati Nabire.

La Halim sangat mendukung kegiatan keagamaan islam seperti ini, karena bisa meningkatkan bacaan dan hafalan Qur’an untuk anak-anak muda di Nabire.

Kepada Nabire.Net, La Halim mengatakan, “saya kira cukup bagus dan sudah dirancang secara baik oleh panitia dalam hal ini panitia STQ sendiri jelas didukung oleh LPTQ sendiri dan didukung oleh seluruh umat Islam dan juga terlebih lagi jamaah-jamaah di Masjid Al Hidayah sendiri. Harapan saya, ini berjalan dengan bagus selama 2 hari ini yang kita buka hari ini pada hari Sabtu, tanggal 27, dan penutupan besok hari Minggu tanggal 28 Mei 2023”.

Besar harapan dari La Halim untuk anak-anak yang mengikuti STQ ini agar kelak kedepannya bisa membanggakan Nabire.

“Ya harapan saya semoga STQ ini ini bisa mendapat atau menghasilkan para Qori dan Qoriah kita untuk ajang MTQ tingkat provinsi yang insya Allah mungkin akan diadakan bulan Oktober. Iya bulan juli dilaksanakan di Jayapura karena masih bergabung dengan Provinsi Papua dan insya Allah juga kita mengharap dukungan dari semua umat muslim agar Qori-Qori kita bisa terbaik dan bisa mewakili Papua di ajang nasional nanti”, ucap La Halim.

Di tempat yang sama, Katherine Maruanaya selaku Anggota DPRD Kabupaten Nabire sebagai Ketua Komisi B, mengungkapkan perasaannya ketika melihat begitu banyak peserta yang hadir di dalam STQ ini dan membuatnya sangat bangga terhadap anak-anak.

“Alhamdulillah saya lihat sangat antusias dan saya melihat bahwa pesertanya banyak, Jadi ini suatu dorongan buat anak anak kita untuk dididik bagaimana mereka bisa sebagai ahli Qur’an artinya bisa mengikuti mempelajari Al Quran itu dengan baik karena inilah pedoman mereka, bekal mereka menjadi dewasa dan tetap berada dalam koridor yang tepat” ucap Katherine Maruanaya.

Katherine berharap semoga nanti tilawatil Quran kita tidak lagi ke Provinsi Papua tetapi tilawatil quran ini akan tetap berjalan di Kabupaten Nabire, tetapi sekaligus dengan kegiatan untuk Provinsi Papua tengah jadi untuk 8 Kabupaten yang ada di sekitar kita akan bergabung di Provinsi Papua tengah nantinya.

Tidak lupa Katherine Maruanaya juga memberikan kesan dan pesannya untuk acara TPQ ini untuk kedepannya seperti apa.

“Dengan melihat berjalannya acara ini dengan baik dan antusias, begitu banyak warga yang datang untuk menghadiri acara ini, kami berharap untuk tahun depan akan lebih meriah lagi dari tahun ini dan juga suatu kebanggaan bahwa anak anak kita di Kabupaten Nabire ini nantinya bisa mewakili Nabire untuk lanjut ke tingkat nasional. Itu adalah harapan kami”, tutur Katherine.

Tidak lupa kita bersyukur kehadirat Allah SWT karenanya acara ini bisa berlangsung tanpa adanya banyak kendala, dengan berlangsung nya kegiatan ini anak-anak bisa dengan Fokus untuk mendalami hafalannya.

“Saya Ustad haji Rokhimin Abdul Rohman selaku ketua MUI Kabupaten Nabire, terkait dengan kegiatan STQ ini, kami selaku ketua MUI Nabire menyambut dengan senang hati kegiatan ini lancar, khidmat, pesertanya banyak, beda dengan tahun-tahun yang sudah lewat. Jadi untuk yang pertama terkait dengan ini kami selaku ketua MUI sangat mendukung dan memberikan apresiasi terhadap anak-anak untuk kegiatan STQ pada tahun ini” ucap Rokhimin Abdul Rohman selaku ketua MUI.

“Ada juga pesan dan kesan ketika untuk penerus yang akan datang yaitu untuk peserta STQ ini. Kita harapkan adalah juara. Jadi yang belum dapat juara masih ada waktu. Masih ada kesempatan untuk meraih juara itu. Maka ayo anak anak. Generasi. Bangsa yang ada di Nabire ini, ayo kita berlomba-lomba terus berusaha dan belajar dan belajar. Semoga ke depan kalian jadi anak yang baik, anak yang berguna bagi keluarga, bangsa negara khususnya agama Islam khususnya. Amin ya robbal alamin mungkin ini yang dapat kami sampaikan”, harap Rokhimin Abdul Rohman selaku ketua MUI

Di kegiatan STQ ini, Rokhimin Abdul Rohman pun menjelaskan tentang peran dan tanggung jawabnya. Ia berperan sebagai dewan hakim di bidang Fashohah. Jadi fashohah ini menilai bagaimana para pelomba ini cara berhenti dan memenuhi ayat. Kemudian bagaimana si lomba ini ketika membaca maqof Huruf apakah sudah pas sesuai dengan aturan ilmu tajwid ya sudah sekian kali memang.

“Dari ketua LPTQ maupun ketua MTQ, saya ditunjuk sebagai dewan hakim fashohah. Alhamdulillah selama ini saya ikuti acara beberapa kali. Selalu baik untuk kegiatan MTQ STQ aman aman saja dan akhirnya bisa memilih siapa yang terbaik di Antara anak anak itu yang terbaik nanti akan dinaikan ke tingkat provinsi. Maka saya selaku ketua MUI Kabupaten Nabire sangat bersyukur. Ternyata anak anak Nabire ini banyak yang potensi baik suara maupun Ilmu tajwid nya dan yang lain. Jadi saya ucapkan terima kasih kepada anak anak. Semoga semuanya diberkati oleh Allah. Diberi ridho oleh Allah sehingga anak ke depan jadi anak yang berguna bagi bangsa negara khususnya agamanya”, tandasnya.

Rokhimin Abdul Rohman pun menuturkan bahwasannya dalam acara STQ ini tidak terdapat kendala.

“Selama ini kayaknya tidak ada kendala. Jadi masing-masing dewan hakim mempunyai kelebihan bagi yang suara itu ada yang membidangi bagi ilmu tajwid. Ada yang bidang juga ya, kebetulan saya ini bagian fashoha untuk mengetahui, cara memulai dan berhenti dan ternyata fatwa ini memang harus jeli sekali. Minimal tahu makna dari pada ayat yang dibacakan anak itu ketika berhenti yang bukan tempatnya, maka kami menilai anak ini kesalahan jelly-jelly ini langsung potongan 2. Jadi kalau si pelomba ini melakukan kesalahan jelly sering kali maka nilai akan bisa juga habis. Itulah tugas saya dan teman teman yang membidangi tentang fashoha”, urainya.

Angka dalam penilain juga tidak ada dalam STQ ini tapi kalau untuk menjadi yang terbaik tentu ada syaratnya yaitu kalau mencapai angka berapa? Biar sempurna itu tidak ada karena sari dewan hakim atau dewan juri ini mencari siapa diantara peserta yang paling tinggi nilainya, dia adalah juaranya. Misalnya nomor satu ini dapat nilai 450 maka nomor 2 ini di bawah itu sedikit terus nomor 3 dibawahnya lagi sedikit dan seterusnya dan seterusnya.

Ada harapan juga yang di sampaikan oleh Rokhimin Abdul Rohman mengenai ajaran-ajaran tentang Al Qur’an yaitu jangan berhenti seperti ini karena ini mengembangkan ayat Al Quran. Ia yakin dengan berkah bacaan Al Quran ini, Nabire khususnya akan aman, akan terkendali, akan jadi Nabire yang (Hari panu ginawe, pakai bahasa jawa) dalam lindungan Allah subhanahu wa taala karena yang dibaca ini memang kalamullah atau istilahnya ayat-ayat Allah. Insya Allah ketika Al Quran dibaca dimana tempat, maka akan ada keberkahan di tempat itu.

Peserta yang bernama Juliana Nesia Kesemua Wati umur 14 tahun, sekolah kelas 8 MTS Hidayatullah Nabire, mengungkapkan perasaannya mengikuti STQ ini dan juga kendala yang dihadapinya saat megikuti lomba tersebut.

Juliana Nesia Kesemua Wati rupanya tegang dan juga untuk hafalannya yaitu yang susah tentang Tilawah sama lekas lancarin hafalan Qur’an nya dia juga ternyata belum pernah ikut STQ dan ini baru pertama kalinya untuk tilawatil Qur’an dan semangat untuk STQ nya. Kesusahan dalam STQ ini ialah dalam menghafalkan lagunya atau hafalannya tapi dengan rajin dan giat belajar Insya Allah semua akan bisa.

Muhammad Gilang Akas peserta STQ dari Sekolah MA integral Hidayatullah Nabire kelas 12 yang berumur 17 tahun, mengutarakan bahwasannya menarik dan cukup gugup dikarenakan yang hadir dalam acara ini lumayan bisa membuat konsentrasi agak terganggu, namun dia mempunyai kesan dan pesan dalam acara ini yaitu, “Alhamdulillah lebih baik dari sebelumnya, lebih baik sudah ada perubahannya dari pada yang lalu” ucap Muhammad Gilang Akas.

Ada juga kendala yang dialami oleh Muhammad Gilang Akas. Ia lupa di nada dikarenakan Tilawatil Qur’an ini harus mengingat nada yang dikeluarkan. Metode yang dilakukan pun yaitu dengan menghafal dan mengulangi materinya agar bisa tidak terjadi kesalahan ketika lomba.

Acara penutupan STQ akan dilaksanakan pada hari Minggu sore (28/05/2023).

[Nabire.Net/Edi Sutrisno]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.