INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Ribuan Umat Katolik Membanjiri Paniai! MUSPASMEE Ke-VIII Jadi Pesta Iman Terbesar Keuskupan Timika

Ribuan Umat Katolik Membanjiri Paniai! MUSPASMEE Ke-VIII Jadi Pesta Iman Terbesar Keuskupan Timika

(Muspasmee di Paniai/Foto.Abeth Amoye You)
(Muspasmee di Paniai/Foto.Abeth Amoye You)

Paniai, 2 Februari 2026 – Kabupaten Paniai menjadi pusat perhatian umat Katolik se-Tanah Papua. Sebanyak 3.268 umat Katolik dari berbagai dekenat memadati Paroki Kristus Jaya Komopa dalam Musyawarah Pastoral Mee (MUSPASMEE) Ke-VIII wilayah Keuskupan Timika, yang berlangsung selama tujuh hari penuh, mulai Senin, 2 Februari hingga Minggu, 8 Februari 2026.

MUSPASMEE Ke-VIII mengusung tema besar “Saling Menghidupkan – Iya Iya Akatiyake”, dengan subtema “Aku Menjaga dan Mengelola Damai Koya Kou Ani Doutou Ma Ida Awiima”, sebagai seruan iman untuk menjaga kehidupan, kedamaian, dan keutuhan ciptaan Tuhan.

Pesta iman akbar ini resmi dibuka melalui Misa Kudus pembukaan yang dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, pada pukul 10.00 WIT. Suasana misa berlangsung khidmat dan penuh sukacita, menandai dimulainya rangkaian kegiatan pastoral terbesar umat Mee di wilayah Keuskupan Timika.

Ketua Panitia MUSPASMEE Ke-VIII, Yunus Kadepa, menjelaskan bahwa Paroki Kristus Jaya Komopa, Dekenat Paniai, dipercaya sebagai tuan rumah dengan melibatkan lima dekenat. Kepercayaan ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi umat setempat.

Menurut Yunus, MUSPASMEE Ke-VIII merupakan kelanjutan dari MUSPASMEE I hingga VII yang telah dilaksanakan secara rutin setiap tiga tahun sekali sejak pertama kali digelar pada tahun 2005 di Paroki Santo Yusuf Enarotali. Kegiatan ini bertujuan memperkuat iman, mempererat persaudaraan, serta menyatukan hati umat Katolik untuk terus menghidupkan Gereja di tanah Papua.

Tak hanya dihadiri ribuan umat, pembukaan MUSPASMEE Ke-VIII juga turut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Tengah serta perwakilan pemerintah dari delapan kabupaten di wilayah Papua Tengah, sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan sosial umat Katolik.

Sesuai keputusan panitia, setiap paroki mengutus 188 orang peserta. Adapun lima dekenat yang terlibat yakni Dekenat Paniai dengan 10 paroki, Dekenat Kamuu–Mapia lima paroki, Dekenat Moni–Puncak empat paroki, serta Dekenat Teluk Cenderawasih, Jayapura, Nabire, dan Timika yang hadir sebagai tim peninjau.

Demi menyukseskan kegiatan ini, umat Paroki Kristus Jaya Komopa telah melakukan persiapan jauh hari. Sejak tahun 2024 hingga 2025, umat kombas dan stasi membangun camp penginapan, membuka bedeng kebun untuk menanam sayur, keladi, dan patatas, serta mengumpulkan kayu bakar guna menunjang kebutuhan dapur umum.

Lebih dari itu, sebagai wujud solidaritas iman, setiap stasi di Paroki Kristus Jaya Komopa juga diwajibkan menyumbangkan 20 ekor babi, sesuai kesepakatan bersama, demi kelancaran MUSPASMEE Ke-VIII.

Sebagai informasi, Keuskupan Timika memiliki enam dekenat dengan total 22 paroki, di antaranya Dekenat Mimika–Agimuga, Paroki Katedral Tiga Raja Timika, Paroki Maria Bintang Laut Kokonao, dan Paroki Maria Fatima Pronggo.

MUSPASMEE Ke-VIII bukan sekadar pertemuan pastoral, melainkan perayaan iman, persatuan, dan pengorbanan umat Katolik Papua yang menghidupkan Gereja dengan hati, tenaga, dan doa.

[Nabire.Net/Jeri Degei]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.