Pleno Perhitungan Suara Pilkada Intan Jaya Papua Ricuh, 1 Orang Dilaporkan Meninggal, 20 Lainnya Luka-Luka
Pleno perhitungan suara Pilkada kabupaten Intan Jaya di kantor KPU Intan Jaya berujung ricuh, kamis sore (23/2), sekitar pukul 17.00.WIT. Kericuhan ini diduga dilakukan oleh massa dari kandidat nomor urut 2 dan nomor urut 3 yang mendesak pihak penyelenggara dalam hal ini KPU, agar mempercepat pleno penghitungan suara dua distrik yang sudah dimulai sejak pukul 11.00 WIT sampai dengan pukul 15.30.WIT.
Menurut Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M Kamal, kericuhan tersebut disebabkan pendukung kandidat nomor 2, Yulius Yapugau dan Yunus Kalabetme serta kandidat nomor 3 Natalis Tabuni dan Yan Kobogoyauw ricuh pada saat pleno sedang berlangsung.
Kedua kubu mendesak KPU untuk mempercepat penghitungan suara, selain itu juga mereka melakukan pengrusakan dan pelemparan terhadap Kantor KPU, serta mengejar para komisioner KPU dan Panwas, namun komisioner dan Bupati yang hadir dalam pleno tersebut langsung dievakuasi pihak kepolisian.
Kapolres Paniai dan para kandidat sudah berusaha untuk menenangkan para pendukung dari masing-masing kandidat, namun hal tersebut tak digubris. Melihat hal yang makin anarkis oleh massa kandidat dua dan tiga, pihak kepolisian sempat melakukan tembakan peringatan ke udara guna meredam terjadinya konflik dari massa simpatisan.
Laporan terakhir dari Kapolres Paniai, AKBP Leonardus Nabu, hingga kamis malam suasana di Intan Jaya sudah kondusif.
Sementara itu kepada Nabire.Net, Humas Pemda Intan Jaya, Yoakim, mengatakan, aksi massa diakibatkan ada ucapan rasis oleh salah seorang bernama Maximus Tipagau kepada calon Bupati nomor urut 3 serta intervensi dari Panwas kepada KPU dan PPD.
Akibat ricuh tersebut, menurut Yoakim, 19 orang dari kubu pasangan nomor urut 3 terluka terkena panah ringan, sedang 1 orang lainnya meninggal dunia atas nama Kolengga Wanda. Sedangkan Wakil Bupati Intan Jaya mengalami luka di kepala akibat dilempar.
[Nabire.Net]



yonas
Bapak-bapa pejabat yang sering berkata Mahasisawa itu tugasnya hanya belajar sebenarnya bukan itu bahasa yang tidak menyentuh mahasiswa. kalau mau tau fungsi dan peran mahasiswa yang sebenarnya tolong baca dan pahami baik-baik di bawah ini: dan Mahasiswa dapat dikatakan sebuah komunitas unik yang berada di masyarakat, dengan kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya, mahasiswa mampu berada sedikit di atas masyarakat. Mahasiswa juga belum tercekcoki oleh kepentingan-kepentingan suatu golongan, ormas, parpol, dsb. Sehingga mahasiswa dapat dikatakan (seharusnya) memiliki idealisme. Idealisme adalah suatu kebenaran yang diyakini murni dari pribadi seseorang dan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang dapat menggeser makna kebenaran tersebut.
Berdasarkan berbagai potensi dan kesempatan yang dimiliki oleh mahasiswa, tidak sepantasnyalah bila mahasiswa hanya mementingkan kebutuhan dirinya sendiri tanpa memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negaranya. Mahasiswa itu sudah bukan siswa yang tugasnya hanya belajar, bukan pula rakyat, bukan pula pemerintah. Mahasiswa memiliki tempat tersendiri di lingkungan masyarakat, namun bukan berarti memisahkan diri dari masyarakat. Oleh karena itu perlu dirumuskan perihal peran, fungsi, dan posisi mahasiswa untuk menentukan arah perjuangan dan kontribusi mahasiswa tersebut.
1. Agent Of Change( Generasi Perubahan )
Mahasiswa sebagai agen dari suatu perubahan.Artinya jika ada sesuatu yang terjadi di lingkungan sekitar dan itu salah, mahasiswa dituntut untuk merubahnya sesuai dengan harapan sesungguhnya. Dengan harapan bahwa suatu hari mahasiswa dapat menggunakan disiplin ilmunya dalam membantu pembangunan indonesia untuk menjadi lebih baik kedepannya.
Mahasiswa adalah salah satu harapan suatu bangsa agar bisa berubah ke arah lebih baik.hal ini dikarenakan mahasiswa dianggap memiliki intelek yang cukup bagus dan cara berpikir yang lebih matang, sehingga diharapkan mereka dapat menjadi jembatan antara rakyat dengan pemerintah.
Hal-hal yang menunjang :
· Kesadaran Sosial (kepekaan serta kesadaran tentang kehidupan masyarakat, mengerti keadaan yang berkenaan dengan masyarakat, perlu diadakan komunikasi)
· Kematangan Berpikir (sudah dipikirkan (dipertimbangkan) baik-baik)
· Sikap Intelektual
2. Social Control( Generasi Pengontrol )
Sebagai generasi pengontorol seorang mahasiswa diharapkan mampu mengendalikan keadaan sosial yang ada di lingkungan sekitar.Jadi, selain pintar dalam bidang akademis, mahasiswa juga harus pintar dalam bersosialisasi dan memiliki kepekaan dengan lingkungan. Mahasiswa diupayakan agar mampu mengkritik,memberi saran dan memberi solusi jika keadaan sosial bangsa sudah tidak sesuai dengan cita-cita dan tujuan bangsa,memiliki kepekaan, kepedulian, dan kontribusi nyata terhadap masyarakat sekitar tentang kondisi yang teraktual. Asumsi yang kita harapkan dengan perubahan kondisi social masyarakat tentu akan berimbas pada perubahan bangsa. Intinya mahasiswa diharapkan memiliki sense of belonging yang tinggi sehingga mampu melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat. Tugas inilah yang dapat menjadikan dirinya sebagai harapan bangsa, yaitu menjadi orang yang senantiasa mencarikan solusi berbagai problem yang sedang menyelimuti mereka.
Hal-hal yang menunjang :
· Kemantapan Spiritual yang stabil, aman, teguh hati, tetap tidak berubah yang berhubungan dengan kejiwaan (rohani/batin)
· Integritas Pribadi
· Ketauladanan
3. Iron Stock( Generasi Penerus )
Sebagai tulang punggung bangsa di masa depan, mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya di pemerintahan kelak. Intinya mahasiswa itu merupakan aset, cadangan, harapan bangsa untuk masa depan bangsa Indonesia . Tak dapat dipungkiri bahwa seluruh organisasi yang ada akan bersifat mengalir, yaitu ditandai dengan pergantian kekuasaan dari golongan tua ke golongan muda, oleh karena itu kaderisasi harus dilakukan terus-menerus. Dunia kampus dan kemahasiswaannya merupakan momentum kaderisasi yang sangat sayang bila tidak dimanfaatkan bagi mereka yang memiliki kesempatan.
Dalam hal ini mahasiswa diartikan sebagai cadangan masa depan. Pada saat menjadi mahasiswa kita diberikan banyak pelajaran, pengalaman yang suatu saat nanti akan kita pergunakan untuk membangun bangsa ini.
Hal-hal yang menunjang :
· Kemandirian (bersifat keadaan dapat berdiri sendiri; tidak bergantung pada orang lain)
· Tanggung jawab pembelajaran diaman keadaan wajib menanggung segala sesuatunya kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dsb
· Penguasaan Iptek
4. Moral Force( Gerakan Moral )
Mahasiswa sebagai penjaga stabilitas lingkungan masyarakat, diwajibkan untuk menjaga moral-moral yang ada. Bila di lingkungan sekitar terjadi hal-hal yang menyimpamg dari norma yang ada, maka mahasiswa dituntut untuk merubah dan meluruskan kembali sesuai dengan apa yang diharapkan. Mahasiswa sendiripun harus punya moral yang baik agar bisa menjadi contoh bagi masyarakat dan juga harus bisa merubah ke arah yang lebih baik jika moral bangsa sudah sangat buruk, baik melalui kritik secara diplomatis ataupun aksi.
Hal-hal yang menunjang :
· Mampu terjun dalam lingkungan apapun
· Tanggung jawab (keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dsb)
· Tanggap dan kritis (segera mengetahui keadaan dan memperhatikan sungguh-sungguh,cepat dapat mengetahui dan menyadari gejala yg timbul)