INFO NABIRE
Home » Blog » Persoalan Ambruknya Jembatan Sanoba Bawah Nabire Sampai di Komisi IV DPR Papua

Persoalan Ambruknya Jembatan Sanoba Bawah Nabire Sampai di Komisi IV DPR Papua

(Persoalan Ambruknya Jembatan Sanoba Bawah Nabire Sampai di Komisi IV DPR Papua)

Nabire, Anggota DPR Papua, Jhon N.R Gobai, telah menyampaikan persoalan ambruknya jembatan Sanoba Bawah, Distrik Teluk Kimi, kabupaten Nabire, kepada Komisi IV DPR Papua.

Hal itu disampaikan Jhon kepada Nabire.Net, jumat malam (07/05/21). Jhon menjelaskan, ia sendiri telah melihat langsung kondisi jembatan yang ambruk tersebut.

(Baca Juga : Jembatan Sanoba Bawah Ambruk, Ini Tanggapan Dinas PUPR Nabire)

Menurutnya, jembatan tersebut cukup vital, karena menghubungkan kampung Sanoba dengan kampung Waharia, dan akses menuju lokasi tempat wisata seperti Pantai Gedo, Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sanoba.

Pekerjaan jembatan tersebut sudah dimulai tahun 2018 silam, namun pekerjaannya terbengkalai. Oleh karena itu, dengan penyampaian persoalan ini kepada Komisi IV DPR Papua, hal ini bisa ditindaklanjuti kepada instansi teknis terkait.

Sebelumnya, Nabire.Net telah meminta keterangan dari Kabid Bina Marga Dinas PU Nabire, Penehas Auwe, SSTP M.Si, rabu (21/04/21).

Dijelaskan Penehas, jembatan tersebut masuk dalam ruas jalan Provinsi, otomatis hal tersebut menjadi tanggung jawab Dinas PU Provinsi Papua.

Namun jembatan tersebut telah dicek oleh tim PUPR dari Provinsi bersama 1 orang konsultan dari Provinsi.

“Kami sudah berupaya menghubungi PUPR Provinsi Papua, dan syukurlah mereka sudah mengecek jembatan tersebut,” kata Penehas.

Jembatan Sanoba Bawah ini mulai diperbaiki sejak Oktober 2018 lalu. Namun pekerjaannya terhenti. Menurut informasi yang diterima Nabire.Net, berhentinya pekerjaan Jembatan Sanoba Bawah ini terkait pemalangan lokasi.

(Baca Juga : Pekerjaan Jembatan Sanoba Bawah Nabire Terhenti Karena Pemalangan ?)

Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Nabire, saat itu, Otto Riskandar ST M.Si.

Kadis PU Nabire membenarkan bahwa terhentinya pekerjaan Jembatan Sanoba Bawah akibat adanya pemalangan. Namun pemalangan terkait apa, Kadis PU enggan menjelaskan dan meminta Nabire.Net untuk menanyakan hal itu langsung ke Kepala Suku Wate Nabire.

Lebih lanjut, Kadis PU Nabire menjelaskan bahwa anggaran pembangunan Jembatan Sanoba Bawah menggunakan APBD Provinsi Papua tahun anggaran 2018 karena Jembatan Sanoba Bawah masuk ruas jalan Provinsi.

Namun Otto Riskandar mengaku khawatir jika pemalangan ini masih terus dilakukan, dana lanjutan untuk tahun 2019 terancam tak turun.

[Nabire.Net]



Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.