Pemkab Nabire Berharap Yayasan Lain Bisa Ikut Jejak Yayasan Predestinasi Papua Dalam Mendukung Program Pemerintah
Yayasan Predestinasi Papua yang disponsori oleh PT. Tunas Anugrah Papua telah melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kampung Nifasi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire. Sejak masuknya perusahaan ini dan melalui Yayasannya, masyarakat kampung Nifasi telah meningkat perekonomiannya. bahkan kesehatan dan beberapa program unggulannya.
Demikian penegasan Sekretaris Suku Wate kabupaten Nabire, Otis Money, dalam acara peringatan setahun pencanangan kampung layak ibu dan anak di kampung Nifasi, yang dilaksanakan sabtu sore 14 Oktober 2017 bertempat di Taman Gizi Oyehe Nabire.
Dikatakan Otis yang juga pemilik hak ulayat tambang emas Musairo, Yayasan Predestinasi Papua melalui PT Tunas Anugerah Papua telah merubah masyarakat dari keterpurukan ekomoni dan kesehatan.
“Dulu kami tidak seperti sekarang, ekonomi di bawah standar, pelayanan kesehatan kurang. kini semua telah berubah menjadi lebih baik”, ujarnya.
Menurut Money, sebagai pemilik hak ulayat, dirinya akan mempertahankan dan mendukung semua program yang diturunkan oleh perusahaan.
“Kami akan pertahankan, apalagi dengan pencanangan kampung layak ibu dan anak oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan sangat didukung oleh Yayasan agar semua berjalan lancar”, katanya.
Terkait konflik di areal tambang emas sungai musairo, sebagai pemilik hak ulayat dirinya mengaku bahwa dua perusahaan lain selain PT Tunas Anugerah Papua tidak memiliki izin pelepasan dari pihaknya. tetapi melalui perorangan.
“Dua perusahaan lain menyerobot lahan melalui orang perorang dengan lobi tertentu. Ini kami tidak setuju sebab kami berjuang untuk seluruh masyarakat. Kami sudah laporkan ke pihak berwajib tentang masalah ini, tapi tidak di proses”, tuturnya
Ditempat yang sama, salah seorang warga kampung Nifasi, Abetsina Waromi-Money mengatakan, sebagai seorang ibu yang menjanda sejak ditingal suaminya hidupnya sangat susah apalagi untuk membiayai anaknya sekolah.
“Saya dulu hidup susah, tapi sejak ada perusahaan semua kebutuhan teratasi. Uang bulanan, bahan makanan, biaya kesehatan, pendidikan dan lainnya saya dapat”, ujarnya.
Sementara Ketua Yayasan Predestinasi Papua, Fidel Patrow menegaskan, Yayasan Predestinasi Papua terus berkomitmen untuk melayani masyarakat, terkait konflik di area pertambangan, menurutnya hal itu tak bisa dihindari.
“Tugas kami adalah mengelola apa yang menjadi milik masyarakat, dan hasil pengelolaan kami gunakan untuk kesejahteraan masyarakat. Ini sejalan dengan program pemerintah. Dan ranah hukum tetap ranah hukum”.
Sementara itu, Wakil Bupati Nabire, Amirullah Hasyim S.IP MM, mewakili Bupati Nabire dan pemerintah kabupaten Nabire mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Predestinasi Papua.
Wakil Bupati berharap apa yang sudah dicanangkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan bisa terus ditingkatkan dalam rangka mendukung program pemerintah.
Wakil Bupati juga berharap agar hal ini bisa diikuti oleh Yayasan lain yang ada di Papua atau di nabire, guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Momentum peringatan ini hendaknya menjadi sarana refleksi untuk mengevaluasi apa yang sudah, telah dan yang akan dilakukan agar menjadi acuan terhadap pencapaian target, nilai positif dalam program kampung layak ibu dan anak adalah memberikan kontribusi terhadap pembangunan dalam membantu meningkatkan kwalitas hidup masyarakat. Keberhasilan progran ini sangat bersinergis antara pembangunan khususnya pendidikan, kesehatan yang dapat memberikan harapan kepada masyarakat akan kehidupan yang lebih sejahtera,” ujarnya
Pada kesempatan tersebut, telah diberikan bantuan sebuah mobil ambulance yang diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Nabire kepada Kepala Suku Wate, Alex Raiki untuk operasional kesehatan kampung Nifasi.
Selain itu juga diserahkan akte kelahiran gratis oleh Ketua DAP Meepago, Jhon Gobay untuk anak-anak Nifasi, yang diterima oleh Kepala Kampung Nifasi, Matias Gobay.

Dan juga dilakukan pemberian Kartu Nifasi Sehat oleh Sekretaris Suku Wate kabupaten Nabire, Otis Money kepada Dirut RSUD Nabire, dr. Johny Tandisau.
[Nabire.Net/Roberthino.Hanebora]



Leave a Reply