Pembakaran Puskesmas Modio Menurut Intelektual Muda Dogiyai Karena Kekecewaan Masyarakat Akibat Tidak Ada Petugas Kesehatan

Kasus dibakarnya Puskesmas Modio, Distrik Mapia Tengah, kabupaten Dogiyai beberapa waktu lalu mendapat sorotan dari sejumlah pihak, ada yang pro dan ada yang kontra atas kejadian tersebut.
Salah satunya datang dari intelektual muda Dogiyai, Musa Boma. Musa Boma dalam hal ini menyoroti pembakaran Puskesmas Modio tersebut berangkat dari ketidakpuasan warga atas pelayanan kesehatan yang didapatkan di Pusekesmas tersebut secara khusus dan di kabupaten Dogiyai secara umum.
(Musa.Boma)
Terkait hal itu, Musa Boma meminta pemerintah kabupaten Dogiyai dan anggota DPRD untuk segera memberi perhatian serius terhadap pelayanan kesehatan di Dogiyai.
“Saya sebagai anak daerah dari wilayah Tota Mapiha menilai bahwa pembakaran Puskesmas tersebut karena warga merasa tidak puas dengan pelayanan kesehatan karena jelas bahwa anak-anak mereka mati sia-sia tanpa tenaga medis”, beber Musa.
Dijelaskan Musa, para petugas kesehatan harusnya ada di tempat dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, apalagi mereka dibayar oleh negara. Jangan hanya menuntut hak mereka, tapi kewajiban mereka tidak dilaksanakan.
Dijelaskan Musa, walaupun pembakaran Puskesmas tersebut adalah kekeliruan masyarakat, namun dirinya yakin hal itu merupakan puncak dari kekesalan masyarakat kepada pelayanan kesehatan di Modio.
Musa juga meminta pemerintah Dogiyai dan anggota DPRD untuk mengawasi pelayanan kesehatan di seluruh wilayah yang ada di Dogiyai.
“Mereka harus awasi pelayanan kesehata, karena hal ini adalah hal vital bagi masyarakat, jangan sampai diabaikan karena masyarakat akan kecewa, apalagi di Puskesmas Modio sudah tidak ada petugas sekal bulan Januari”, katanya.
Seperti diketahui, pembakaran Puskesmas Modio, kabupaten Dogiyai, dipicu kekecewaan masyarakat atas minimnya pelayanan kesehatan di Puskesmas tersebut, dimana salah seorang warga yang ingin melahirkan tidak tertolong.
[Nabire.Net/Musa.Boma]



Leave a Reply