INFO NABIRE
Home » Blog » Pangdam Cenderawasih Membantah TNI Mendukung Konflik Perusahaan Tambang

Pangdam Cenderawasih Membantah TNI Mendukung Konflik Perusahaan Tambang

tambang

(Pos PAM milik PT. Kristalin yang berada di lokasi pertambangan Nifasi/Dok.R.W)

Panglima Kodam (Pagdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian membantah jika ada prajurit TNI mendukung perusahaan tambang di Nifasi, Kabupaten Nabire, Papua, yang terlibat konflik.

“Nggak ada. Saya sudah cek Dandim Paniai, tidak ada konflik, itu urusan polisi. Jadi, saya sudah sampaikan, tidak ada campuri masalah yang bersifat sengketa seperti itu, masih ada polisi, ngapaian kita? Nggak ada,” kata Pangdam Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian di Kota Jayapura, Papua.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa PT Kristalin Eka Lestari dan PT Tunas Anugrah Papua bersengketa memperebutkan lahan tambang di Nifasi, yang diduga melibatkan oknum aparat keamanan setempat sebagai pengamanan perusahaan.

1

(Pos PAM milik PT. Kristalin yang berada di lokasi pertambangan Nifasi/Dok.R.W)

Sehingga dikhawatirkan, akan terjadi konflik kepentingan antara kedua perusahaan tambang itu yang bisa mengorbankan atau adu domba masyarakat adat setempat.

“Memang saya pernah dengar seperti itu, kalau ada ada tentara yang dinas disitu, campur disitu, nggak ada. Saya sudah perintahkan. Jangan kita campuri yang bukan urusan kita,” katanya.

3

(Pos PAM milik PT. Kristalin yang berada di lokasi pertambangan Nifasi/Dok.R.W)

Mantan Dandim Mimika itu kembali menegaskan bahwa tidak ada prajurit TNI yang terlibat dalam konflik kedua perusahaan tambang di Nifasi.

“Tidak ada, itu yang saya sampaikan kepada Dandim. Kalau ada sengketa tidak ada urusan kita atau campur kita disitu,” katanya dengan nada tegas.

Mengenai persoalan tersebut, Pangdam Cenderawasih menyampaikan bahwa sudah perintahkan Dandim Paniai agar prajurit TNI tidak terlibat dalam sengketa kedua perusahaan di Nifasi.

“Oh tidak, tidak. Saya sudah bicara dengan Dandim yah, memang isu (sengketa) itu kita dengar. Jadi kita tidak ada urusan untuk beking membeking itu urusan mereka. Makanya saya sudah perintahkan dicek apakah ada,” katanya.

“Yah, namanya mereka bersengketa to? Jangan bawa-bawa nama aparat, itu sudah jelas. Pastinya, saya sudah perintahkan, bukan imbauan. Tidak campur mencampuri,” kata Pangdam Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian.

Sekretaris II Dewan Adat Papua, Jhon NR Gobay mengatakan konflik antara kedua perusahaan tambang itu yang diduga melibatkan oknum aparat berpotensi terjadi tindak kekerasan dan pelanggaran HAM, jika tidak segera diperhatikan oleh pemangku kepentingan.

“Saya sudah sampaikan kepada pemangku kepentingan bahwa persoalan itu harus segera disikapi dan sudah ditanggapi dengan mediasi di Polres setempat tapi belum ada titik temu,” katanya.

“Bahkan, saya sudah menyampaikan kepada Pangdam Cenderawasih bahwa ada persoalan di Nifasi. Dan Pak Pangdam katakan tidak ada prajurit yang terlibat, beliua sudah perintahkan jajaran disana terkait masalah itu,” katanya lagi.

(Antara)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.