Napi Asusila Kabur dari Lapas Nabire Pakai Selimut, Ini Penjelasan Kalapas
Nabire, 7 Desember 2025 – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Nabire, Dodi Wijaya, memberikan keterangan resmi terkait kaburnya narapidana berinisial NT, yang merupakan tahanan dalam proses hukum kasus tindak pidana kekerasan asusila di Distrik Makimi. Peristiwa pelarian itu terjadi pada Minggu (7/12) sekitar pukul 11.20 WIT di Lapas Nabire.
Kalapas menjelaskan bahwa pihaknya saat ini terus melakukan evaluasi dan perbaikan sistem keamanan. Salah satunya adalah penggantian kawat berduri menjadi kawat razor yang lebih tajam serta pembangunan tembok antarbangunan untuk mencegah warga binaan mencapai area plat besi yang sebelumnya mudah diakses.
“Rencana pelarian itu dilakukan oleh dua orang, namun satu berhasil kami monitor sebelum kabur. Hanya satu napi yang sempat melarikan diri,” jelas Kalapas.

Dalam proses pengamanan, Lapas Nabire dibantu personel Brimob yang bertugas sebanyak empat orang, meski satu di antaranya tengah berada pada masa cuti. Hingga kini motif pelarian masih dalam penyelidikan karena petugas masih mengembangkan informasi dari narapidana yang gagal melarikan diri.
Pelarian tersebut dilakukan dengan memanfaatkan kain selimut untuk memanjat tembok dan kabur dari area lapas. Saat ini napi NT berstatus DPO, dan pencarian masih terus dilakukan dengan kerja sama Polres Nabire.
“Kami sudah koordinasi dengan Pak Wakapolres, Pak Kasat Reskrim, dan anggotanya. Kejadian juga telah kami laporkan ke Kanwil dan Direktur Potson Internal,” tambah Dodi Wijaya.
Kalapas juga mengakui adanya keterbatasan petugas. Lapas Nabire memiliki empat regu jaga, dengan tiga regu berpersonel empat orang dan satu regu berpersonel tiga orang.
Di sisi lain, rekaman CCTV menunjukkan jelas momen ketika napi memanjat tembok. Petugas langsung merespons cepat setelah menerima informasi melalui HT. Namun upaya pengejaran menjadi sulit ketika napi memasuki area perkampungan.
Pihak Lapas meminta partisipasi masyarakat untuk memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan napi yang kabur.
“Terima kasih kepada Polres Nabire dan seluruh aparat keamanan yang turut membantu. Kami sangat berharap dukungan masyarakat untuk membantu proses penangkapan,” tutup Kalapas.
Sebelumnya, Lapas Nabire telah mengalami tiga kasus pelarian narapidana:
-
8 Mei 2025 — Tiga narapidana kasus berat dilaporkan kabur.
-
2 Juni 2025 — Sebanyak 20 narapidana berhasil melarikan diri dari Lapas.
-
29 September 2025 — Sebanyak 15 narapidana kabur pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIT.
[Nabire.Net]


Leave a Reply