Muspasme VIII Stasi Eyagitaida Resmi Ditutup, Demian Degei: Peran Anak Muda Jadi Kekuatan Gereja di Topiyai
Paniai, 11 Februari 2026 – Musyawarah Pastoral Stasi Daida Eyagitaida (Muspasme) ke-VIII resmi ditutup melalui ibadah syukuran yang dirangkaikan dengan tradisi bakar batu di Komopa, Distrik Topiyai, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Sabtu (7/2/2026).
Ketua Panitia Muspasme VIII, Demian Degei, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pelayanan gereja sekaligus meneguhkan peran strategis generasi muda dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.
Menurut Demian, sejak pembentukan kepanitiaan pada Januari hingga Februari 2026, semangat dan keterlibatan anak muda menjadi roh utama dalam seluruh rangkaian kegiatan Muspasme VIII. Hal ini dinilai sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Paniai, yakni “Anak Muda Cepat dan Gerak.”
“Kami dipercaya memimpin kepanitiaan Muspasme VIII Stasi St. Yohanes Daida Eyagitaida. Sejak awal, kami berkomitmen melibatkan anak muda secara aktif agar gereja tetap hidup, kuat, dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Demian, Selasa (10/2/2026).
Penutupan Muspasme VIII turut dihadiri Bupati Paniai sebagai tamu kehormatan. Acara ditandai dengan ibadah syukur, makan bersama melalui tradisi bakar batu, serta sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan keberhasilan kegiatan pastoral tersebut.
Muspasme VIII dilaksanakan di wilayah Stasi Daida Eyagitaida, Komopa, Aradide, dengan melibatkan umat dari Stasi Daida Eyagitaida Dokukiyaida, Distrik Topiyai. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti diskusi pastoral, pelayanan umat, serta perumusan arah pelayanan gereja ke depan.
Demian juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, baik secara moril maupun materiil.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Paniai, aparat Distrik Topiyai, para kepala kampung, pemuda pengawal distrik, tokoh intelektual, serta seluruh pihak yang telah membantu sehingga Muspasme VIII berjalan dengan lancar,” ungkapnya.
Dukungan nyata juga diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Paniai melalui bantuan sosial berupa 30 karung beras, bahan makanan, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Sebagai informasi, Muspasme VIII Stasi Daida Eyagitaida dibuka secara resmi oleh Uskup Timika pada awal tahun 2026. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan pelayanan pastoral, dialog bersama umat, serta konsolidasi gereja di wilayah Distrik Topiyai.
“Kami berharap hasil Muspasme ini menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pelayanan gereja dan memperkuat persatuan umat di Kabupaten Paniai,” tutup Demian.
[Nabire.Net/Jeri Degei]


Leave a Reply