Minta DPRD Nabire Hentikan Aktivitas 3 Perusahaan Sawit, DPRD Nabire Akan Tinjau Lokasi Penggusuran Lahan Sagu Jumat Esok
(Penggusuran lahan sagu oleh alat berat milik PT. Nabire Baru)
Dusun Sagu “Jarae dan Manawari” rabu kemarin (13/04) digusur oleh PT Nabire Baru. Pasca penggusuran tersebut, masyarakat Yerisiam yang dipimpin oleh Juru bicara Suku Besar Yerisiam Gua, kamis siang tadi (14/06), menghadap DPRD Nabire dan diterima oleh Sekwan DPRD Nabire.
Warga masyarakat Yerisiam meminta DPRD Nabire untuk menghentikan aktivitas PT. Nabire Baru dengan alasan areal tersebut tidak diijinkan untuk digusur, dan sudah ditolak melalui pertemuan akbar suku Yerisiam Gua pada 7 februari 2016 lalu dikampung Sima.
Alasan lain, dusun tersebut adalah tempat keramat orang Yerisiam Gua. Beberapa waktu lalu juga suku Yerisiam Gua sudah menyurati pihak DPRD Nabire, untuk memanggil PT. Nabire Baru, PT Sariwana Adi dan PT Sariwana Unggul untuk menghentikan aktivitas expansi mereka yang mengakibatkan banjir akhir maret 2016 lalu, dan juga meminta pemberhentian aktivitas pekerjaan mereka untuk menggusur dusun sagu yang sudah digusur kemarin.
Dari pertemuan tersebut, pihak DPRD Nabire, dalam hal ini Sekwan berjanji akan meminta anggota DPRD Nabire yang ada, berhubung Ketua dan anggota lainnya ada keluar daerah, untuk melakukan rapat mendadak dan segera besok akan turun untuk menghentikan aktivitas PT. Nabire Baru dan memanggil ketiga perusahaan sawit untuk mempertanggung jawabkan aktivitas penggusuran mereka.

Pasca penggusuran paksa PT. Nabire Baru kemarin, dua buah alat berat milik PT Nabire Baru tenggelam di dalam Dusun keramat Jarae dan Manawari, dan aktivitas tak dapat dilanjutkan. Masyarakat Yerisiam Gua mempercayai bahwa alat beratnya ditenggelamkan oleh para leluhur disusun tersebut, aktivitas tak berjalan lagi karena 2 alat beratnya tenggelam total.




Leave a Reply