INFO NABIRE
Home » Blog » Mesak Magai Bongkar Masalah di RSUD Nabire: Dana Miliaran Mengalir Tapi Masih Ada Tunggakan! Janji Reformasi Besar-besaran

Mesak Magai Bongkar Masalah di RSUD Nabire: Dana Miliaran Mengalir Tapi Masih Ada Tunggakan! Janji Reformasi Besar-besaran

(Bupati Nabire, Mesak Magai, didampingi Sukatemin, S.Kep., Ns., M.Kep)

Nabire, 2 Juni 2025 – Bupati Nabire, Mesak Magai, akhirnya angkat bicara soal carut-marut pengelolaan RSUD Nabire dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dalam konferensi pers usai kegiatan pembinaan di RSUD Nabire, ia mengungkap sederet masalah yang selama ini menghambat pelayanan kesehatan di wilayah Papua Tengah.

Bupati Mesak secara blak-blakan menyebut bahwa meski pendapatan BLUD melampaui target, tunggakan tetap terjadi—bahkan hingga menyentuh jasa medis tahun 2023! Ia menyayangkan ketidaksesuaian antara perencanaan dan realisasi anggaran.

“Ini bukan karena pendapatan tidak tercapai, tetapi karena rencana lain, belanja lain. Jadi kita evaluasi total!,” tegas Mesak Magai kepada awak media, Senin (02/06).

Pergantian direktur RSUD pun diakuinya menjadi titik balik. Ia menyebut manajemen baru membawa semangat perubahan, dengan laporan keuangan kini lebih transparan melalui dua rekening: rekening BPJS dan rekening BLUD.

Tidak hanya soal keuangan internal, Bupati juga menyoroti masalah krusial eksternal, seperti ketersediaan obat-obatan dan air bersih, hingga kekurangan alat medis penting seperti ventilator di ruang anak dan ICU.

“Kita akan minta provinsi bantu pengadaan alat, termasuk peningkatan SDM yang bisa mengelola alat kesehatan tersebut,” ujarnya.

Tak kalah penting, Mesak juga menyerukan kerja sama dengan pemerintah provinsi dan delapan kabupaten lainnya yang selama ini merujuk pasien ke RSUD Nabire.

“Kami akan menyurat ke Gubernur dan kepala daerah tetangga. RSUD Nabire ini rujukan regional, mereka harus ikut tanggung jawab,” tandasnya.

Mesak juga merespon permintaan audit RSUD. Ia mengklaim bahwa hasil audit BPK atas keuangan Pemkab Nabire telah keluar dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Namun, ia membuka ruang untuk audit lanjutan jika dibutuhkan demi akuntabilitas.

Terakhir, soal Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), Bupati memastikan bahwa regulasi dan anggaran tengah dikaji bersama Kementerian Keuangan dan Kemendagri, dan diharapkan cair bulan depan.

“Kami minta kesabaran para tenaga medis dan ASN. Ini sedang proses, dan kami komit menyelesaikan sesuai aturan,” pungkasnya.

Langkah-langkah berani Mesak Magai ini menandai era baru pelayanan kesehatan di Nabire, dengan harapan RSUD Nabire bisa menjadi contoh rumah sakit rujukan yang profesional, transparan, dan berpihak pada rakyat.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.