Menyingkapi Akan Adanya Demo Di Jakarta, Ini Himbauan Pemerintah Kabupaten Nabire & FKUB Nabire
Bertempat di Aula Kantor Kesbangpol Nabire, selasa pagi (22/11), digelar kegiatan Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) kabupaten Nabire dengan agenda pembahasan situasi nasional jelang diadakannya Demo pada tanggal 25 november 2016 dan 2 desember 2016 di Jakarta.
Rapat tersebut dibuka oleh Sekda Nabire mewakili Bupati Nabire, Kepala Kesbangpol kabupaten Nabire, Dra. Nanik S. Prihatini, Kapolres Nabire, AKBP Semmy Ronny Thabaa, Plh. Kasdim 1705/Paniai, Mayor Kav. Syahrul Hidayat, Kepala Kejari Nabire, I Gde Made Pasek Swardyana SH MH, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Nabire, Katrina Rante Tandung S.Ag, Kasat Intelkam Polres Nabire, AKP Burhanudin.P, dan pengurus FKUB Nabire yang terdiri dari Ketua MUI Nabire, H.Muhammad Darwis, Ketua Paroki Kristus Sahabat Kita, Romo Yusuf Suharyoso SJ, Pdt. D.Situru S.Th, Pdt, Mordekhai Oila S.Th, I Wayan Mintaya, dan beberapa anggota FKUB lainnya.
Dalam arahannya, Sekda Nabire, Drs Johny Pasande mengatakan, terkait rencana demo di Jakarta pada tanggal 25 november dan 2 desember dengan agenda mempertanyakan status hukum Gubernur Jakarta Basuki Tjahja Purnama, Sekda meminta agar warga kabupaten Nabire tidak terpengaruh dan terprovokasi dengan berbagai pemberitaan.
Sekda berharap agar warga Nabire senantiasa menjaga suasana aman dan damai, menjaga kerukunan antar umat beragama apalagi sebentar kita akan memasuki hari raya Natal dan Tahun Baru, oleh karena itu mari kita ciptakan kedamaian jelang hari Natal dan Tahun Baru 2016 dengan hidup rukun penuh toleransi tanpa memandang Suku Agama dan RAS.
Hal senada juga diungkapkan Kapolres Nabire dan Plh. Kasdim 1705/Paniai, AKBP Semmy Ronny Thabaa dan Mayor Kav. Syahrul Hidayat, yang meminta agar kita lebih mengedepankan Pancasila dan UUD 1945 sebagai pedoman agar tetap bersatu dalam bingkai NKRI.
Kapolres juga menyampaikan bahwa Kapolri dan Panglima TNI telah mengatakan bahwa situasi yang terjadi di Jakarta bukan lagi masalah politik tetapi sudah mengarah ke masalah agama yang dapat menciptakan konflik di wilayah Indonesia karena kepentingan politik begitu besar, dan apabila ada demo menyangkut agama maka TNI dan Polri siap bersinergi mengatasi dengan tanpa menggunakan senjata namun menggunakan peralatan khusus halau massa seperti gas air mata dan tongkat.
Kapolres Nabire juga meminta warga agar tetap menjaga sitkamtibmas, tidak boleh ada pernyataan yang mengarah ke isu SARA oleh para tokoh agama, dan saling menjaga kerukunan.
Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan kepada semua pihak baik dari Forkopimda maupun FKUB agar bersama – sama berupaya dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi atas isu yang berkembang saat ini. Upaya himbauan kepada masyarakat akan disampaikan melalui media cetak maupun elektronik dan juga tempat-tempat ibadah yang berada di Nabire.
[Nabire.Net]
Tinggalkan Komentar