INFO NABIRE
Home » Blog » Mayat Tukang Ojek Ditemukan Di Kampung Bumi Mulia, Diduga Korban Pembunuhan

Mayat Tukang Ojek Ditemukan Di Kampung Bumi Mulia, Diduga Korban Pembunuhan

Warga Distrik Wanggar dikagetkan dengan penemuan mayat pada hari sabtu, 1 juli 2017, pukul 11.30 wit, di jalan baru, kampung Bumi Mulia, kompleks Sarera, Distrik Wanggar, Nabire.

Hal tersebut dibenarkan Kapolres Nabire, AKBP Sony Sanjaya S.Ik, ketika dikonfirmas Nabire.Net sabtu siang 1 juli 2017.

Adapun mayat yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki atas nama Abdul Rafiq, berusia 44 tahun, dan beralamat di jalan Yan Mamoribo, Smoker, Nabire. Korban mengalami luka tusuk pada dagu bawah tembus ke kepala belakang

Korban ditemukan oleh tukang ojek lain yang sedang mengantarkan penumpang ke jalan baru, di perjalanan saksi melihat sosok orang tergeletak di pinggir jalan. Saksi lalu melaporkan hal tersebut ke Polsek Nabire Barat.

Sekitar pukul 11.30 Wit, Piket Polsek Nabire Barat dipimpin Kapolsek Nabar Iptu Akhmad Alfian, SIK mendatangi TKP dan mengamankan TKP serta menghubungi Sentra Pelayanan Kepolisian Resor Nabire untuk mendatangi dan olah TKP. Pada pukul 13.58 wit unit identifikasi dan piket Sat Intelkam Polres Nabire tiba di TKP dan melakukan olah TKP. Pada pukul 14.30 wit Jenazah korban dibawa ke RSUD Nabire guna pemeriksaan medis dan Autopsi jenazah.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan di TKP yaitu 1 buah Linggis, dompet Korban lengkap dengan identitas dan uang sebanyak Rp. 196.000,- dan 1 buah Hp Nokia milik Korban.

Menurut pihak kepolisian, kemungkinan korban yang berprofesi sebagai tukang ojek telah mengalami pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan Korban meninggal dunia dengan sasaran kendaraan bermotor karena motor korban Yamaha Jupiter No Pol PA 4329 KS tidak berada di TKP dan diduga dirampas dan dibawa oleh pelaku. Pelaku dimungkinkan adalah penumpang ojek yang sengaja meminta diantar oleh pelaku sebagai Tukang ojek ke tempat yang sepi.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

  • Fernando
    11 Juli, 2017 23:39 pada 23:39

    Mata ganti mata, nyawa ganti nyawa. itu baru adil dan itulah hukum, bukan hukum yg memanjakan pembunuh dan malah melindunginya di balik trali dan di beri makan enak, serta mendapat remisi dari negara. Akhirnya itulah yg terjadi pembuat kejahatn semakin merajalelah dan semakin tunjuk gigi.

  • arif
    2 Juli, 2017 09:17 pada 09:17

    Pak kapolres dan jajarannya kami berharap pelaku dapat ditangkap agar jera pelakunya. Ini mayat manusia bukan bangkai binatang

  • anike
    2 Juli, 2017 05:13 pada 05:13

    aneh hal semacam ini belum terungkap….lagu lama

  • Anonim
    1 Juli, 2017 22:39 pada 22:39

    Nyawa org pendatang lebih berharga seekor anjing atau babi, org tak berdosa di bunuh begitu saja. Bagaimana penegak hukum karna selama ini puluhan tukang ojek terbunuh tnpa tersentuh hukum

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.