Korban Kebakaran di Kelapa Dua Kalibobo Nabire Sesalkan Lambatnya Kedatangan Damkar

Nabire, Kehadiran sarana mobil kebakaran sangat membantu dalam tugas mencegah dan menanggulangi bencana kebakaran. Tersedianya sarana prasarana yang memadai berupa mobil pemadam kebakaran sangat berguna bila sewaktu-waktu terjadi bencana kebakaran sehingga bencana kebakaran segera dapat dicegah dan ditanggulangi.
Hal inilah yang diharapkan oleh Bapak Agus Nurwanto, yang menjadi korban bencana kebakaran yang terjadi Selasa (24/10) dini hari di Kelapa Dua Kalibobo, Nabire.
(Baca Juga : Api Lahap 28 Unit Rumah di Kalibobo Nabire)
Saat diwawancarai Nabirenet, Agus Nurwanto mengatakan, saat kebakaran terjadi Selasa dini hari tersebut, mobil damkar baru datang 1 jam setelah kejadian.
“Satu jam setelah kejadian baru mobil damkarnya datang kesini,” kata Agus Nurwanto.
“Kejadiannya sudah lama sudah 1 jam. Kita masyarakat sudah sakit-sakitan dengan air. Apalagi listrik padam otomatis, jadi kita tidak bisa tarik air untuk padamkan api. Terpaksa kita minta air di rumah-rumah tetangga untuk memadamkan api,” tambah Agus Nurwanto.
Terpisah menanggapi terkait padamnya listrik secara otomatis, pihak PLN ULP Nabire Kota menjelaskan bahwa saat terjadi kebakaran, maka sesuai Standar Operasinal Prosedur, aliran listrik yang berdekatan dengan TKP untuk sementara dinonaktifkan, guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Agus berharap kepada pemerintah daerah supaya kejadian seperti ini perlu tindakan cepat dari mobil damkar. Jangan sampai sudah banyak yang terbakar dulu baru mobil damkar turun.
“Oleh sebab itu kami minta kepada pemerintah daerah supaya kejadian-kejadian seperti begini perlu tindakan yang secepatnya dari damkar terutama kepada Kapolres, Gubernur atau Bupati, supaya dalam informasi seperti begini itu cepat datang.
Sebagai informasi sebanyak 28 unit rumah di Kelapa Dua Kalibobo, ludes dilahap api pada Selasa (24/10) dini hari.
[Nabire.Net/Sitti Hawa/Noni Matatar]
Tinggalkan Komentar