INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Konflik Kapiraya Memanas, Mesak Edowai Desak Pembentukan Pansus Tapal Batas Adat

Konflik Kapiraya Memanas, Mesak Edowai Desak Pembentukan Pansus Tapal Batas Adat

Deiyai, 11 Februari 2026 – Konflik berkepanjangan kembali pecah di Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, Selasa (10/2/2026). Ketegangan akibat sengketa tapal batas adat antara Suku Mee dan Suku Kamoro kembali menimbulkan korban luka-luka, menambah daftar panjang konflik yang belum terselesaikan.

Tokoh intelektual sekaligus Kepala Suku Mee Distrik Kapiraya, Mesak Edowai, mendesak pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk segera mengambil langkah konkret guna menyelesaikan konflik secara permanen. Ia menilai akar persoalan konflik berasal dari tapal batas adat yang kini tidak lagi diakui oleh Suku Kamoro.

“Tapal batas adat antara Suku Mee dan Suku Kamoro sudah jelas sejak leluhur kami. Batas itu ditandai dengan pohon kelapa dan buah merah di wilayah umaya atau befak sagu,” ujar Mesak Edowai dalam pernyataannya.

Menurutnya, pohon kelapa merupakan simbol Suku Kamoro, sementara buah merah melambangkan Suku Mee. Ia menegaskan bahwa Suku Mee tidak pernah berniat mencaplok wilayah Suku Kamoro dan selalu mengakui hubungan persaudaraan antarsuku.

Namun, situasi kian memanas seiring adanya aktivitas tambang emas di wilayah Wakia yang dinilai memperuncing sengketa tapal batas. Dampaknya, konflik berkepanjangan telah menimbulkan korban jiwa dan kerugian material.

“Sudah ada satu orang meninggal dunia, rumah-rumah dibakar, dan hari ini kembali lima orang mengalami luka-luka di Kampung Mogodagi,” ungkapnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Mesak Edowai mendesak Majelis Rakyat Papua Provinsi Tengah (MRP PT) untuk segera membentuk panitia khusus (pansus) tapal batas adat yang melibatkan seluruh pihak terkait guna menetapkan batas wilayah secara sah dan berkeadilan.

Ia juga meminta aparat penegak hukum bertindak profesional dan tidak memihak dalam penanganan konflik.

“Kedua suku adalah warga negara yang harus dilindungi dan diayomi secara adil,” tegasnya.

Selain itu, Mesak Edowai mengimbau Pemerintah Distrik Kapiraya dan Mimibarat Tengah agar segera melaporkan kondisi terkini kepada Bupati Deiyai demi percepatan langkah penyelesaian dan pemulihan perdamaian di wilayah Kapiraya.

[Nabire.Net]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.