INFO NABIRE
Home » Blog » Kobaran Api Unggun Hangatkan Malam Paskah di GKII Bukit Sion Nabire

Kobaran Api Unggun Hangatkan Malam Paskah di GKII Bukit Sion Nabire

(Kobaran Api Unggun Hangatkan Malam Paskah di GKII Bukit Sion Nabire)

Nabire, 20 April 2025 – Kobaran api unggun menerangi malam Paskah di halaman depan GKII Jemaat Bukit Sion Porta Nigra, Nabire. Ibadah penutup Kemping Paskah yang digelar Sabtu malam (19/4) berlangsung khidmat dan menyentuh, dengan renungan rohani yang disampaikan oleh Pdt. Oto Tebai bertema: “Lambung Yesus Ditikam, Darah-Nya Seperti Air Pancuran Demi Kita Semua.”

Kegiatan dimulai pukul 21.00 WIT, diiringi nyanyian pujian dan penyembahan, serta suasana keheningan yang membawa jemaat masuk dalam perenungan akan penderitaan dan kasih pengorbanan Kristus. Api unggun menjadi lambang terang Kristus yang menghangatkan dan menerangi hati umat-Nya.

Mengutip Yohanes 19:34, Pdt. Oto menjelaskan bahwa darah dan air yang keluar dari lambung Yesus adalah lambang pengampunan dan penyucian total. Ia juga menegaskan bahwa pengorbanan Yesus adalah bukti cinta yang membebaskan manusia dari dosa dan maut, memberikan hidup yang baru bagi siapa saja yang percaya.

Renungan dibagi dalam delapan poin utama, di antaranya:

– Penikaman lambung sebagai pengorbanan tuntas,

– Darah untuk pengampunan dan air untuk penyucian,

– Kristus sebagai pemersatu segala bangsa,

– Dan Allah sebagai “api yang menghanguskan” dosa umat yang bertobat.

Ibadah api unggun berlangsung hingga pukul 23.30 WIT dan diakhiri dengan doa penyerahan serta pujian bersama. Jemaat kemudian diarahkan untuk beristirahat sejenak guna mempersiapkan diri mengikuti rangkaian acara selanjutnya.

Pawai Obor: Simbol Terang Kristus yang Tak Pernah Padam

Pada Minggu dini hari (20/4), tepat pukul 02.30 WIT, kegiatan dilanjutkan dengan pawai obor Paskah, di mana seluruh peserta Kemping Paskah membawa obor menyala dan berjalan bersama mengelilingi gereja menuju kodim lalu kembali ke Gereja. Suasana fajar yang masih gelap justru menjadi latar yang kuat akan pesan kebangkitan: bahwa terang Kristus tidak pernah padam, bahkan dalam gelap sekalipun.

Obor-obor menyala di tangan para peserta menjadi lambang semangat iman yang dibawa pulang dari Kemping Paskah tahun ini. Pawai diiringi dengan lagu-lagu rohani dan seruan penuh sukacita: “Kristus telah bangkit! Ia sungguh telah bangkit!”

Setelah pawai, kegiatan ditutup dengan doa syafaat dan penyalaan lilin secara simbolis di dalam gereja sebagai bentuk komitmen untuk terus hidup dalam terang dan kasih Kristus.

Rangkaian kegiatan api unggun dan pawai obor ini tidak hanya menjadi acara penutup Kemping Paskah, tetapi juga pengalaman rohani yang memperbaharui iman dan pengharapan jemaat. Kobaran api dan obor menjadi tanda bahwa kebangkitan Kristus bukan sekadar peristiwa masa lalu, melainkan kuasa hidup yang terus menyala dalam hati setiap orang percaya.

Selamat Paskah! Kristus telah bangkit! Haleluya!

[Nabire.Net]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.