INFO NABIRE
Home » Blog » Ketua MUI Nabire Mengutuk Aksi Terorisme & Meminta Umat Islam Di Nabire Jaga Toleransi

Ketua MUI Nabire Mengutuk Aksi Terorisme & Meminta Umat Islam Di Nabire Jaga Toleransi

(Ketua MUI Nabire, Drs. H. Muhammad Darwis)

Aksi terorisme yang terjadi beberapa hari lalu di sejumlah tempat di Indonesia mendapat kecaman keras dari berbagai pihak, salah satunya datang dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Nabire, Drs. H. Muhammad Darwis.

Ketuai MUI Nabire, Drs. H. Muhammad Darwis mengatakan, umat muslim dalam melaksanakan sesuatu harus selalu berpedoman kepada Al Quran dan Hadist Rasulullah SAW, karena itulah peninggalan Rasulullah SAW yang ditinggalkan kepada umat Islam, sehingga jika ada perbuatan-perbuatan yang mengatasnamakan agama Islam dan bertentangan dengan Al Quran maka itu dapat dinyatakan bukan umat Islam.

“Bunuh diri saja dilarang dalam agama Islam apalagi membunuh orang, apalagi jika dilakukan kedua-keduanya, maka tidak boleh ada diantara kita yang menghilangkan nyawa seseorang tanpa dibenarkan Syariah. Jihad itu cuma ada di daerah peperangan Islam, sedangkan Indonesia bukan daerah peperangan, tapi Daarul Amni, maka Daarul Amni yang harus kita tunjukkan adalah kasih sayang, toleransi dan saling menghargai sesama,” kata H. Muhammad Darwis.

Lebih lanjut Drs. H. Muhammad Darwis menegaskan bahwa saat ini kita telah memasuki bulan suci Ramadhan, hendaknya umat Islam harus bisa menunjukkan bahwa agama Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin, agama yang penuh kasih sayang dan toleransi, serta menjunjung tinggi martabat manusia.

H. Muhammad Darwis juga menegaskan bahwa dirinya mengutuk keras aksi teroris yang mengatasnamakan agama Islam dan melakukan kekerasan, intimidasi dan menghilangkan nyawa orang maka mari kita semua sepakat untuk mengutuk bahwa itu bukan umat islam, karena ajaran agama Islam tidak mengajarkan itu, justru sebaliknya agama Islam mengajarkan toleransi, dan kasih sayang.

“Marilah kita sebagai umat Islam kita saling menghargai dan menghormati diantara pemeluk agama yang ada di Nabire, saling menunjang dalam ibadah kita masing-masing, dan menjadikan Nabire dan Papua yang damai, karena apa yang kita lakukan semua akan kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa”.

(RRINabire)


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.