INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Kepala Suku Besar Meepago Kecam Penembakan Pelajar di Dogiyai, Tuntut Usut Tuntas

Kepala Suku Besar Meepago Kecam Penembakan Pelajar di Dogiyai, Tuntut Usut Tuntas

Dogiyai, 11 Agustus 2025 – Kepala Suku Besar wilayah Meepago, Provinsi Papua Tengah, Melkias Keiya, mengecam keras insiden penembakan yang terjadi di Moanemani, Kabupaten Dogiyai, pada Minggu (10/08) yang mengakibatkan satu pelajar meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka berat.

Peristiwa bermula saat sekelompok pelajar mengikuti latihan gerak jalan di area Lapangan Terbang Moanemani. Salah satu peserta berbaris tidak sesuai aturan dan ditegur oleh rekannya, memicu perdebatan hingga keributan kecil. Kejadian ini mengundang perhatian oknum anggota Kesatuan Paskhas TNI Angkatan Udara yang bertugas di lokasi, yang kemudian diduga melepaskan tembakan ke arah pelajar.

Akibat insiden tersebut, dua pelajar SMA mengalami luka tembak di lengan dan punggung, sedangkan seorang pelajar SMP terkena peluru di bagian paha dan meninggal dunia di tempat. Hingga siaran pers ini dikeluarkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polres Dogiyai.

(Baca Juga : Dogiyai Mencekam. Pedagang Dibacok OTK, Warga Laporkan Dua Pelajar Tertembak)

“Saya sangat menyesalkan tindakan aparat yang menggunakan senjata api terhadap anak-anak kami. Aparat seharusnya mengedepankan dialog dan pendekatan humanis, bukan peluru. Ini tanah adat, tempat hidup manusia, bukan medan perburuan,” tegas Melkias Keiya.

Ia menambahkan bahwa maraknya peredaran minuman keras di Dogiyai kerap menjadi pemicu konflik dan kericuhan di wilayah tersebut.

“Miras adalah sumber masalah yang terus memicu pertikaian. Pemerintah daerah dan aparat harus segera menertibkan peredarannya sebelum lebih banyak nyawa melayang,” ujarnya.

Berdasarkan informasi lapangan, insiden ini memiliki dua rangkaian peristiwa. Pertama, sekitar pukul 14.00 WIT, sekelompok orang yang mengonsumsi minuman keras mengganggu seorang pedagang di ujung lapangan terbang. Kedua, pada pukul 17.00 WIT, dua remaja — Yuvensius Degei (14) dan Edion Tebai (14) — menjadi korban tembakan.

Ketegangan berlanjut hingga malam hari. Pada pukul 22.00 WIT di Kampung Ekemanida, Kamu, Dogiyai, Martinus Tebai (14) tewas akibat tembakan yang mengenai paha hingga menembus area vital. Bentrokan antara pemuda dan aparat berlangsung hingga dini hari, dan diduga masih ada korban lain yang belum terdata.

Tuntutan Kepala Suku Besar Wilayah Meepago

1. Mengusut tuntas pelaku penembakan dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.

2. Menertibkan peredaran minuman keras di seluruh wilayah Dogiyai.

3. Menghentikan penggunaan kekerasan bersenjata terhadap warga sipil, khususnya anak-anak dan pelajar.

4. Membuka ruang dialog antara aparat, pemerintah daerah, dan tokoh adat untuk mencegah kejadian serupa.

“Kami tidak mau peristiwa seperti ini terulang. Setiap nyawa di tanah ini berharga di mata Tuhan. Kami akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh warga, baik pendatang maupun penduduk asli,” tutup Melkias Keiya.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.