INFO NABIRE
Home » Blog » Kemeriahan Pawai Ogoh-Ogoh Jelang Perayaan Nyepi 1939 Di Nabire

Kemeriahan Pawai Ogoh-Ogoh Jelang Perayaan Nyepi 1939 Di Nabire

Ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan. Dalam perwujudan patung yang dimaksud, Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan; biasanya dalam wujud Rakshasa.

Dalam fungsi utamanya, Ogoh-ogoh sebagai representasi Bhuta Kala, dibuat menjelang Hari Nyepi dan diarak beramai-ramai keliling desa pada senja hari Pangrupukan, sehari sebelum Hari Nyepi.

Demikian juga dengan umat Hindu yang berada di kota Nabire, yang senin siang (27/03) pukul 14.00 wit, menggelar pawai mengarak Ogoh-Ogoh dalam rangka memperingati Hari Nyepi Tahun Baru Saka 1939 yang jatuh pada 28 maret 2017 esok.

Pawai Ogoh-Ogoh tersebut melalui rute dari Pura Puja Dewata SP1 menuju kota melalui Bumi Wonorejo, Kalibobo, Pantai Nabire, menuju depan Polres Nabire, menuju Kodim 1705/Paniai, melewati jalan Merdeka, melewati depan Kantor Bupati, menuju tugu cendrawasih, ke Taman Gizi, balik ke Pantai Nabire, Kalibobo, Bumi Wonorejo dan kembali lagi ke Pura Puja Dewata SP1.

Pawai Ogoh-Ogoh ini ditonton oleh warga Nabire dan mendapat sambutan hangat dari warga Nabire.

Sementara senin pagi tadi telah digelar acara Melis dan Mecaru pada pukul 10.00 s.d 12.00 wit. Dilanjutkan dengan acara pengerupukan.

Puncak perayaan Nyepi 28 maret nanti, umat Hindu akan menggelar Brata Penyepian, berpuasa penuh selama 24 jam hingga 29 maret.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.