INFO NABIRE
Home » Blog » Kemenag Nabire Bersama FKUB, Pimpinan Agama & Institut Dian Gelar Konferensi Jaringan Di Aula Kesbangpol Nabire

Kemenag Nabire Bersama FKUB, Pimpinan Agama & Institut Dian Gelar Konferensi Jaringan Di Aula Kesbangpol Nabire

123

Untuk menciptakan Papua menjadi Tanah yang Damai, Institut Dialog Antariman di Indonesia (Institut DIAN/Interfidei) bekerjasama dengan Forum Konsultasi Para Pimpinan Agama (FKPPA) di Papua, PEMDA Kota Jayapura serta ILALANG Papua, mengadakan kegiatan Konferensi Jaringan Antariman di Kalangan Pimpinan Agama-Agama di Papua, yang melibatkan 9 Kabupaten/Kota di Provinsi Papua.

Kegiatan ini diadakan di Nabire pada hari minggu (06/03) bertempat di aula Kantor Kesbangpol jalan Pepera Nabire, melibatkan FKPPA, PEMDA Kabupaten Nabire, ILALANG Papua dan FKUB serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nabire.

Tujuan dari Konferensi pimpinan Agama ini adalah:

  1. Sesuai dengan program bidang  ini (bidang Pendidikan, khususnya untuk bagian : Connecting Voices-Jaringan), direncanakan beberapa kegiatan penting yang terkait : a) Untuk Konferensi di Hotel Sahid, perlu mengadakan Strategic Planning (SP); b) untuk semua kegiatan perlu mengadakan monitoring dan evaluasi, sehingga dapat mengukur, sampai sejauhmana output kegiatan Konferensi benar-benar terjadi, dan apakah juga sudah mulai dapat dirasakan bahwa ada outcome di lingkungan, di mana peserta berada dan aktif dengan berbagai kegiatan mereka, baik secara kelompok maupun perorangan. Mengupdate bahan SP tahun 2014, apakah masih relevan atau ada hal baru?

  2. Memberi “frame” kepada peserta tentang konteks Papua untuk mengembangkan usaha-usaha menjadikan Papua sebagai Tanah Damai.

  3. Menyusun SP 2016, berdasarkan hasil Konferensi di Hotel Sahid (2015) dan bahan SP 2014.

  4. Membantu peserta supaya menjadi jelas, bagaimana konteks Papua sekarang, apa isu yang paling strategis, dan bagaimana idealnya usaha mencapai Papua menjadi Tanah Damai.

  5. Apa dan bagaimana kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang yang sedang mereka hadapi dan apa yang perlu dilaksanakan, bagaimana melaksanakan demi Papua menjadi Tanah Damai?

Dalam kegiatan itupun dilakukan Monitoring dan Evaluasi guna :

  1. Melihat sampai sejauh mana keseriusan para pimpinan agama-agama di Papua memberi perhatian kepada isu-isu pluralisme agama, baik pada tingkat nasional maupun khusus di Papua demi Papua menjadi Tanah Damai.

  2. Mendorong peserta untuk lebih serius dalam menindak lanjuti hasil Konferensi dan SP dari setiap Konferensi, sehingga tujuan dan apa yang diharapkan dari setiap Konferensi tercapai, demi terciptanya Papua menjadi Tanah Damai. Dalam kegiatan tersebut diharapkan :

  3. Peserta mempunyai SP yang terupdate, sesuai dengan perkembangan situasi di Papua dan keseriusan peserta, demi berhasilnya usaha-usaha yang dikerjakan untuk Papua menjadi Tanah Damai.

  4. Peserta merasa terbantu untuk bisa merancang kegiatan-kegiatan ke depan, di Tanah Papua, yang memperkuat usaha menuju Papua menjadi Tanah Damai.

  5. Keseriusan motivasi peserta mengikuti Konferensi akan jelas.

  6. Output kegiatan dapat terukur untuk selanjutnya bisa dikembangkan menjadi outcome.

(Boma/Edi)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.