Keluarga Sopir Sesalkan Kejadian Amuk Massa di Dogiyai

Dogiyai – Kasus lakalantas yang terjadi di Pintu Angin Dogiyai, minggu siang (23/02) sekitar pukul 11.30 Wit, ternyata menyisakan penyesalan bagi pihak keluarga atas nama Yus Yunus, yang diketahui menjadi korban amuk massa pada kejadian itu.
Yus Yunus yang berprofesi sebagai sopir truk lintas kabupaten dan berasal dari Dusun Taramanu, Desa Sumberjo Kecamatan Wonomulyo, Sulawesi Barat, tewas diamuk massa karena diduga menabrak salah satu pengendara motor DM (37) hingga tewas ditempat.
(Baca Juga : Lakalantas Di Dogiyai Minggu Siang, Korban & Pelaku Meninggal Dunia)
Meurut kakak korban, Hasriani (29), yang sudah mengiklaskan kepergian adiknya, ia sangat menyesalkan kejadian tersebut dan kronologi di lapangan yang tidak sesuai fakta sebenarnya.
“Masalah ini jenazah (YY) yang kami (pihak keluarga) sayangkan itu, karena penyampaiannya tidak sesuai dengan fakta yang terjadi dan yang kami ketahui”, kata Hasriani, seperti dilansir Nabire.Net dari media Pattae.
Diceritakan Hasriani, sesuai video kejadian yang dilihat serta keterangan dari saksi, korban DM diketahui meninggal karena menabrak babi, sementara adiknya tiba di lokasi dari arah berlawanan, dan banting stir ke kiri. Setelah itu adiknya menelpon istrinya mengabarkan bahwa ada kecelakaan.
Lanjut Hasriani, saat bertemu istri korban, ia juga memeriksa hp milik adiknya yang berisi foto-foto saat terjadi kecelakaan.
“Ketemu dengan istri adik ini, coba periksa hp-nya adik (YY) foto apa yang ada. Ternyata, foto yang ada, foto babi itu dan korban yang kecelakaan. Otomatis, itu menandakan bahwa ini adik ini sedang tidak menabrak sama sekali itu kejadiaannya”, lanjut Hasriani.
Selain menyampaikan informasi yang tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya, Hasriani juga menyayangkan tindakan oknum kepolisian yang berada di lokasi terjadinya penganiayaan. Di video tersebut, oknum polisi seolah tidak memberikan perlindungan, malah membiarkan kejadian tersebut berlangsung.
Pihak keluarga juga berharap masih ada keadilan di negara ini. Selain itu ia juga berharap kepada pihak Kapolda Papua dan Kapolri untuk menindak anggotanya berupa teguran agar kasus seperti yang menimpa adiknya tidak terjadi lagi di kemudian hari.
[Nabire.Net]
Tinggalkan Komentar