INFO NABIRE
Home » Blog » Kasus Covid-19 di Nabire Capai 32 Kasus Baru di Tahun 2022

Kasus Covid-19 di Nabire Capai 32 Kasus Baru di Tahun 2022

Kasus Covid-19 di Nabire
(Kasus Covid-19 di Nabire Capai 32 Kasus Baru di Tahun 2022)

Nabire, Kasus Covid-19 di kabupaten Nabire terus melonjak di tahun 2022. Tercatat ada tambahan 32 kasus baru di awal 2022, dari total 827 kasus.

Hal itu sesuai data infografis yang dikeluarkan Tim Satgas Covid-19 kabupaten Nabire, Seksi Imunisasi & Surveilans, Dinkes Nabire, Senin (07/02).

Untuk hari ini ada tambahan 16 kasus baru sesuai data infografis, atau naik 2 kali lipat dibanding tanggal 6 Februari 2022.

Dari seluruh 32 pasien terkonfirmasi, semuanya saat ini menjalani isolasi mandiri dengan gejala ringan.

Kasus pertama muncul pada akhir bulan Januari 2022 dimana 1 orang tercatat terkonfirmasi kasus Covid-19. Selanjutnya diikuti penambahan 2 kasus baru dan hingga saat ini sudah mencapai 32 kasus baru di tahun 2022.

(Baca Juga : Kasus Covid-19 di Nabire Bertambah 3 Kasus, Ini Penjelasan Dokter Sayori)

Dokter Frans Sayori meminta agar semua pihak lebih berhati-hati dan menjaga protokol kesehatan.

Ia meminta agar warga Nabire tidak bermain-main dengan Covid-19 atau menganggap remeh kasus ini, apalagi mengaitkannya dengan hal-hal yang tidak benar, karena semua data tercatat dan dilaporkan langsung ke dirinya.

Jika ada pihak-pihak yang meragukan kasus ini, dokter Sayori siap membeberkan bukti data yang jelas sehingga warga Nabire tidak menganggap bahwa kasus ini adalah hal yang tidak benar.

Selain itu dia juga berharap pemerintah kabupaten Nabire bisa memperkuat pengawasan di setiap pintu masuk Nabire seperti Bandara dan Pelabuhan Laut, dan mempercepat vaksinasi dan tingkatkan prokes.

Ketika ditanyakan apakah ada rencana pemberlakukan PPKM Level 3 di Nabire, dokter Sayori mengatakan, belum ada arahan dari Bapak Bupati.

“Kita masih terus mewaspadai lonjakan kasus, karena Timika dan Paniai kasusnya sudah tinggi. Jayapura dan Yapen pun demikian,” ungkapnya.

Terkait pintu masuk lewat darat, dokter Sayori menjelaskan, perlu dilakukan pertemuan lintas sektor dan lintas batas bersama se-Meepago. Ia memohon perhatian serius dari pemerintah kabupaten se-wilayah Meepago.

“Saya cuma mengingatkan bahwa varian ini dari Afrika dan mirip gen Papua, jika sekali kena dan menyebar serta bergejala berat, apalagi belum divaksin, maka akan sangat berbahaya.

Sementara itu hingga hari Rabu (02/02), cakupan vaksinasi di Nabire terus mengalami peningkatan walaupun tidak terlalu drastis.

(Baca Juga : Cakupan Vaksinasi Covid19 di Nabire Akhirnya Capai 50.45%)

Berdasarkan data tersebut, untuk vaksinasi dosis pertama mencapai 49.144 jiwa atau 53.79%. Sementara untuk suntikan dosis kedua baru mencapai 38.901 jiwa atau 42.58%.

Sementara untuk vaksinasi dosis ketiga telah mencapai 471 orang atau 0.52%.

[Nabire.Net]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.